Berita Sumba Timur Terkini

Jenazah Raja Rindi-Mangili, Sumba Timur Dikuburkan dengan Tradisi Marapu

Jenazah Raja Oemboe Toenggoe dikebumikan di Kampung Raja Praiwaing, Desa Rindi Kecamatan Rindi Kabupaten Sumba Timur

Jenazah Raja Rindi-Mangili, Sumba Timur Dikuburkan dengan Tradisi Marapu
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Salah satu jenazah yang ditutup dengan kain sedang diarak menuju lubang makam 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Jenazah Raja Oemboe Toenggoe dikebumikan di Kampung Raja Praiwaing, Desa Rindi Kecamatan Rindi Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (27/10/2018).

Jenazah raja Oemboe Toenggoe yang merupakan raja terakhir kerajaan Rindi-Mangili dikuburkan bersama dengan tiga jenazah bangsawan lainya di kerajaan tersebut yakni Umbu Tay Huka Pati, Tamu Rambu Ana Motur, dan Umbu Turu Paita.

Keempat bangsawan kerajaan Rindi-Mangili tersebut dikuburkan dengan aliran kepercayaan marapu dimana aliran kepercayaan marapu merupakan kepercayaan nenek moyang orang Sumba sejak zaman dahulu.

Baca: Ini Ungkapan Pemenang Lomba Pisma Unwira 2018

Ketua Marapu Kampung Raja Praiawang Rindi Umbu Maramba Hau kepada wartawan usai proses perkuburan itu menjelaskan ada empat orang jenazah Bangsawan Rindi-Mangili yang dikuburkan tersebut yakni pertama Umbu Tay Huka Pati dimana sudah sepuluh tahun yang lalu meninggal. Selain itu kedua, Tamu Rambu Ana Motur, Oemboe Toenggoe sebagai raja terakir Rindi-Mangili, dan Umbu Turu Paita.

Baca: Pesparani Katolik Nasional Diharapkan Jadi Ajang Kampanye Perdamaian

"Untuk tiga jenazah lainya meninggal sepuluh tahun ke bawah sementara Umbu Tay Huka Pati sudah meninggal 10 tahun yang lalu baru dikuburkan hari ini bersama tiga jenazah lainya itu," jelas Umbu Maramba.

Umbu Maramba yang didampingi tua adat Kampung Raja Praiawang Umbu Nday menjelaskan proses penguburan empat jenazah tersebut dilakukan secara adat marapu.

Umbu Maramba mengatakan, rangkaian proses penguburan keempat jenazah tersebut dari awal sampai dengan penguburan berlangsung selama satu bulan.

"Sementara hewan yang disembelikan saat proses penguburan yakni ada sembilan ekor diantaranya kuda empat ekor dua jantan dua betina. Sedangkan kerbau ada empat yakni dua jantan dan dua ekor betina, sementara satu kerbau lainya untuk proses adat pertama sebelum proses penguburan di liang lahat," jelas Umbu Maramba.

Umbu Maramba juga menjelaskan dalam penguburan empat jenazah tersebut selain hadir tamu undangan juga dihadiri oleh 64 marga. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved