Berita Flores Timur Terkini

Dua Remaja Pelajar Asal Adonara Diduga Diculik Sindikat Perdagangan Manusia

Maria Ina Doni (18) dan remaja lain berinisial YKO (14), dua remaja putri asal Ileboleng Adonara Flotim ditemukan

Dua Remaja Pelajar Asal Adonara Diduga Diculik Sindikat Perdagangan Manusia
ISTIMEWA
Maria Ina Doni 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Setelah menghilang dan dicari keluarga selama sepekan, Maria Ina Doni (18) dan remaja lain berinisial YKO (14), dua remaja putri asal Ileboleng Adonara Flotim ditemukan, Kamis (25/10/2018).

Keduanya ditemukan dalam kondisi baik setelah meninggalkan rumah mereka Kamis (18/10/2018).

Keduanya meninggalkan rumah dan meresahkan keluarga. Keluarga semua menduga keduanya diculik sindikat perdagangan manusia.

Baca: Kaos Baru Jokowi Ini Warnanya Cokelat, Ini Alasannya

Namun setelah didalami keterangan keduanya saat ditemukan, keduanya mengaku atas inisiatif sendiri kabur dari rumah hendak mencari pekerjaan di Jakarta atau Kalimantan.

"Mereka tidak omong apa-apa tentang laki-laki yang kita duga memfasilitasi mereka saat tiba di Lewoleba," cerita Stanis Tarwan, sanak famili yang ikut mencari keberadaan keluarganya di Lewoleba kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (27/10/2018).

Baca: KPK Belum Berkomentar soal Pencegahan ke Luar Negeri Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan

Stanis mengatakan kedua pelajar itu sudah kembali ke kampung halaman dan diterima oleh keluarganya.

"Kemarin keduanya ditemukan di Waijarang Lembata. Mereka hendak kembali sendiri ke kampung dengan menggunakan kapal,' kata Stanis.

Direktris Yayasan Permata Bunda Berbelaskasih Larantuka Noben Dasilva mengaku kurang yakin kedua remaja itu mau ke Jakarta atau Kalimantan tanpa ada yang mengimingi keduanya.

"Keduanya selama ini di kampung dan tiba-tiba mau cari kerja di Jakarta tanpa pengantara? Ini tidak masuk akal," kata Noben Dasilva Sabtu (27/10/2018).

Noben meminta Polda NTT tetap memantau kemungkinan ada sindikat perdagangan manusia dengan iming pekerjaan yang beroperasi di Flotim dan Lembata.

"Keduanya pelajar sekolah. Perlu ditelusuri siapa yang membiayai semua perjalanan mereka ke Lewoleba ataukah orang tua memang memberi mereka uang jajan yang bisa mereka menutupi biaya itu?," tanya Noben Dasilva.

"Saya rasa lucu saja jadinya kasus yang begitu dramatis dijemput malam-malam, dibawakan makanan oleh laki-laki tiap hari, kok akhirnya kasus biasa saja?," tanya Noben Dasilva.

Noben Dasilva menyesalkan semakin banyak korban human traficking di NTT, malah cara polisi menangani kasusnya juga biasa-biasa saja.

"Saya sebagai perempuan sangat marah. Saya minta Polda NTT telusuri sindikat perdagangan manusia di Lewoleba," kata Noben Dasilva. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved