Berita Kota Kupang Terkini

Pengelolaan Taman di Kota Kupang Belum Dilakukan Secara Serius

Pengelolaan taman di Kota Kupang belum dilakukan secara serius dan profesional. Pohon dan tanaman masih dibiarkan tumbuh liar tak

Pengelolaan Taman di Kota Kupang Belum Dilakukan Secara Serius
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
-Pengelolaan taman di Kota Kupang belum dilakukan secara serius dan profesional. Pohon dan tanaman masih dibiarkan tumbuh liar tak terawat. Sebagaimana yang terlihat di sejumlah boulevar 

Laporan REPORTER POS-KUPANG. COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG. COM-KUPANG-Pengelolaan taman di Kota Kupang belum dilakukan secara serius dan profesional. Pohon dan tanaman masih dibiarkan tumbuh liar tak terawat. Sebagaimana yang terlihat di sejumlah boulevard dan taman yang tersebar di Kota Kupang.

Pantauan Pos Kupang, Jumat (26/10/2018), puluhan pot bunga yang dibangun di sepanjang boulevard di Jalan Adisucipto, Penfui, Kota Kupang tak ditanami pohon dan tanaman apa pun. Pot-pot bunga yang diletakkan di sepanjang jalan menuju bandara El Tari atau dari Tugu Merpati hingga Tugu Adipura itu bahkan sudah mulai rusak dan hancur akibat tak dirawat secara baik.

Pohon sepe memang tampak rindang di sepanjang boulevard itu. Namun, tanaman hias masih dibiarkan tumbuh liar tak terawat. Kondisi yang sama juga terlihat pada taman di seputaran Tugu Merpati dan Tugu Adipura. Rumput tampak kering berwarna kecokelatan dibiarkan teronggok begitu saja.

Pinang hias, cemara dan bogenvile masih dibiarkan tumbuh liar tak beraturan. Paving block dan lantai semen sudah pecah dan terkelupas pada beberapa bagian.
Hal yang sama juga terlihat di boulevard di seputaran patung Sonbay, depan Gereja Katedral Kupang, Jalan Urip Sumoharjo.

Rumput kering kerontang. Pinang hias, bunga bogenvile dan tanaman hias lainnya dibiarkan merana tak terurus. Pecahan-pecahan semen pembatas jalan juga dibiarkan begitu saja.

Kondisi taman di sepanjang boulevard depan Gedung Transmart juga masih jauh dari kata baik. Beberapa tanaman masih dibiarkan tumbuh liar tak terurus
Kondisi yang lebih memprihatinkan lagi juga terlihat di boulevard dekat Terminal Kota Kupang, Kelurahan Lai Lai Besi Kopan (LLBK).

Tulisan 'Lai Lai Besi Kopan' yang ditanam di sana sudah tak terlihat pandangan mata lagi karena rumput gajah yang tumbuh tebal. Rumput tersebut dibiarkan tumbuh liar hingga menutupi tulisan 'Lai Lai Besi Kopan.

Kondisi taman yang cukup terawat hanya terlihat di Bundaran Oebufu, boulevard depan SMAN 3 Kupang, depan Mall Ramayana dan di depan Kantor Wilayah Kemenkumham NTT serta di depan Polda NTT. Pada bagian ini, tanaman tumbuh subur.

Pot pot bunga di bundaran Oebufu juga sudah dicat bersih berwarna biru langit. Tanaman tampak segar dan terawat dengan baik. Permukaan tanahnya juga kelihatan digembur dan disiram. Bunga bogenvile masih mendominasi taman di sepanjang jalan WJ Lalamentik itu.

Opy Ladapase, warga Kota Kupang yang ditemui di Taman Nostalgia menilai pengelolaan taman di kota kupang belum sesuai standar.

"Masalah utamanya masih sampah dan pengelolaan tata letak tanamannya pun belom standar. taman terlihat seperti hutan padahal jika dirapikan akan terlihat sangat indah. Penjaagaannya pun belum maksimal," pungkasnya. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved