Opini Pos Kupang

Menulis Tidak Bisa Sekali Jadi

Lompatannya terus melesak. Meski ada kekhawatiran menjamurnya media online sebagai dampak teknologi

Menulis Tidak Bisa Sekali Jadi
ilustrasi

Oleh Willem B Berybe
Mantan guru tinggal di Kolhua, Kupang

POS-KUPANG.COM - Kehadiran media cetak baik yang berbentuk harian (surat kabar harian) seperti Pos Kupang, Timor Express, Kompas, Flores Pos, Jawa Pos atau surat kabar mingguan (SKM Dian pernah terbit di Ende, Flores), maupun majalah sebut saja Hidup, Tempo, Horison, dan tabloid (Nyata, Bola, Catholic Life, dll) adalah sebuah fenomena kemajuan bidang komunikasi dan informasi di tengah kehidupan sosial masyarakat dewasa ini.

Lompatannya terus melesak. Meski ada kekhawatiran menjamurnya media online sebagai dampak teknologi digital dan jaringan internet, eksistensi media massa cetak berbasis kertas (visual) belum tergantikan.

Baca: Hati-Hati! 4 Zodiak Ini Paling Hebat Bersandiwara Bahkan Selingkuh Pun Tak Ketahuan

Baca: VIDEO: Usai Tur 52 hari di Amerika dan Eropa, Lihat Perubahan Wajah Member BTS, Bikin Army Gemas

Pembaca surat kabar, majalah, tabloid tetap menggandrunginya sehingga mereka setia berlangganan. Mereka merasa putus informasi jika tidak membaca koran, majalah, atau tabloid.

Baca: Inilah 6 Drama Korea yang Dibintangi Shin Won Selain Drakor Legend of The Blue Sea

Seseorang yang sudah menonton siaran langsung (live) sebuah pertandingan sepak bola internasional lewat layar kaca belum merasa puas jika tidak membaca komentar-komentar pengamat sepak bola tentang jalannya pertandingan tersebut di koran keesokan harinya. Bagi yang gemar berteknologi online untuk segera membaca, tinggal pencet "Tuan Google". Langsung nongol dan tak perlu waktu esok hari.

Di antara media massa tersebut ada yang memiliki target pembaca (audiens) umum dengan wilayah cakupan yang sangat luas. Contoh, Harian Kompas mempunyai area sebaran pembaca seluruh Indonesia (nasional) bahkan luar negeri.

Sebaliknya ada surat kabar yang target pembacanya lebih khusus (terbatas) seperti majalah Hidup, GSS (Gita Sang Surya), Catholic Life yang beredar di kalangan pembaca beragama Katolik saja. Namun terbuka untuk masyarakat luas.

Demikian halnya majalah Horison menargetkan masyarakat pembaca sastra dan bahasa, kalangan pendidikan. Selain sasaran pembaca, faktor finansial sangat menentukan kelahiran dan keberlangsungan hidup dari sebuah media massa cetak (visual).

Kalkulasi biaya untuk memproduksi dan mendistribusi setiap edisi sesuai target oplah harus diperhitungkan secara tepat.

Menulis untuk publik

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved