Berita Kabupaten Belu

Forum Generasi Pejuang 99 di Belu Kembali Lakukan Aksi Damai

Forum Generasi Pejuang 99 kembali melakukan aksi untuk meminta Pemerintah Kabupaten Belu menyelesaikan masalah status lahan di

Forum Generasi Pejuang 99 di Belu Kembali Lakukan Aksi Damai
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
AKSI DAMAI--Perserta aksi damai dari Forum Generasi Pejuang 99 saat menuju Gedung DPRD Kabupaten Belu, Kamis (25/10/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, ATAMBUA--Ratusan warga Atambua eks Timor Timur yang tergabung dalam Forum Generasi Pejuang 99 kembali menggelar aksi damai di DPRD Kabupaten Belu, Provinsi NTT, Kamis (25/10/2018).

Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi pertama yang mereka lakukan Rabu (17/10/2018) lalu di Gedung DPRD Kabupaten Belu.

Baca: Inspektorat Manggarai Timur Minta Dokumen Proyek PLMTH di Paan Waru

Koordinator Umum Aksi, Mariano Parada yang dihubungi Pos Kupang.Com mengatakan, Forum Generasi Pejuang 99 kembali melakukan aksi untuk meminta Pemerintah Kabupaten Belu menyelesaikan masalah status lahan di wilayah karantina, Heliwen.

Pasalnya, lahan yang sudah ditempati warga eks Timor-Timur sejak tahun 1999 itu belum jelas statusnya sehingga pihak-pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan mengklaim. Pengklaiman hak milik lahan tersebut membuat warga tidak nyaman hidup.

Menurut Mariano, pada aksi pertama Rabu (17/10/2018), mereka meminta DPRD untuk menghadirkan pemerintah dalam hal ini Bupati Belu untuk bersama-sama mendiskusikan masalah tersebut. Namun saat itu dari pemerintah diwakili beberapa staf sehingga belum mendapatkan solusi yang jelas.

Selanjutnya, peserta aksi bersama Komisi I DPRD Belu bersepakat agar satu minggu kemudian akan dilakukan audiens dengan DPRD, Bupati Belu dan DPRD.

Permintaan dari perserta aksi itu terkesan tidak ditanggapi serius karena buktinya sampai dengan jadwal yang disepakati tidak ada informasi jelas untuk beraudiens. Oleh karena itu, Forum Generasi Pejuang 99 melakukan aksi untuk kedua kalinya, Kamis (25/10/2018).

Mariano mengatakan, pada aksi yang kedua, Kamis (25/10/2018) gagal lagi untuk beraudiens karena berbagai alasan dari pemerintah.

Terkait hal itu, Mariano meminta Bupati Belu, Pimpinan DPRD Belu dan Kapolres untuk segera menemui peserta aksi di Haliwen. Jika tidak, peserta aksi berencana memboikot atau menyegel Bandara A.A Bere Tallo Haliwen, Senin pekan depan. (jen).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved