Berita Labuan Bajo

Belum Ada Tambahan Kedatangan Tamu IMF ke Labuan Bajo

tamu yang membeli paket wisata di luar tour operator lokal susah kami ketahui. Sampai sekarang belum ada informasi terkait kedatangan

Belum Ada Tambahan Kedatangan Tamu IMF ke Labuan Bajo
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Pemandangan di Pulau Kelor, Labuan Bajo beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Kedatangan tamu IMF untuk berwisata ke Labuan Bajo setelah pertemuan di Bali 14 Oktober lalu, tidak seperti yang diduga sebelumnya.

Tamu istimewa yang diduga datang dalam satu rombongan besar itu ternyata belum terbukti.

Baca: 80 Desa di TTS Terdeteksi Alami Kekeringan

Hingga Hari Selasa (23/10/2018), pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) belum mendapat informasi baru tentang adanya tambahan tamu IMF yang berwisata ke Labuan Bajo.

"Para tamu yang membeli paket wisata di luar tour operator lokal susah untuk kami ketahui. Sampai sekarang belum ada informasi lagi terkait kedatangan tamu IMF yang baru," kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Theresia Primadona Asmon, Selasa pagi.

Disampaikannya, selain kedatangan tamu IMF, kepulangan beberapa tamu IMF yang sudah berwisata di Labuan Bajo juga tidak diketahui secara pasti.

Hal tersebut karena semua tamu IMF yang berwisata ke Labuan Bajo, datang layaknya wisatawan biasa.

Untuk diketahui, 349 tamu IMF yang sudah mengikuti pertemuan di Bali, telah membeli paket perjalanan wisata dengan rute Bali, Jogja dan Komodo.

Paket yang mereka beli itu selama 6 hari dan 1 malam. Kepastian tanggalnya belum diketahui secara detail.

Selain dari USA, paket wisata ke Labuan Bajo juga sudah dibeli oleh delegasi IMF asal Eropa, China dan Jepang.

Sebelumnya diberitakan, tamu IMF yang hendak berwisata ke Labuan Bajo, cukup banyak yang mencari tahu sendiri tour operator yang menjual paket wisata di Labuan Bajo tanpa memesan melalui tour travel yang sudah ditentukan sebelumnya.

Selain itu sebanyak 40 orang tamu IMF yang telah mengikuti pertemuan di Bali, batal berwisata ke Labuan Bajo walaupun sudah membeli paket perjalanan wisata ke Flores Barat itu.

Mereka minta untuk ditunda ke tahun 2019 karena merasa kwatir terjadi gempa.
Sedangkan tamu IMF yang sudah berwisata ke Labuan Bajo yang diketahui, ada dua orang asal Hungaria. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved