Berita Ekonomi Bisnis

Stunting, PR Besar Indonesia untuk Tingkatkan Modal Manusia

Dalam Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, diluncurkan Indeks Modal Manusia/Human Capital Index oleh Bank Dunia

Stunting, PR Besar Indonesia untuk Tingkatkan Modal Manusia
KOMPAS.com
Kegiatan Posyandu di wilayah Ogan Komering Ilir, salah satu langkah pencegahan stunting. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Dalam Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, diluncurkan Indeks Modal Manusia/Human Capital Index oleh Bank Dunia sebagai indikator baru dalam mengukur aspek sumber daya manusia.

Indeks Modal Manusia memiliki rentang skor 0 sampai 1 yang memperlihatkan kaitan antara pendidikan dan kesehatan dengan tingkat produktivitas tenaga kerja generasi di masa mendatang.

Indonesia sebagai negara berkembang mendapat skor 0,53 dengan batas bawah 0,52 dan batas atas 0,55. Tercatat, Indonesia menempati peringkat ke-87 dari total 157 negara dalam Indeks Modal Manusia ini.

Baca: BNNP DKI: Pengunjung Old City Konsumsi Narkoba di Luar Diskotek

Indeks Modal Manusia untuk Indonesia masih jauh di bawah Singapura sebagai negara dengan Indeks Modal Manusia paling tinggi. Skor untuk Singapura 0,88 dan menempati peringkat pertama.

Posisi Indonesia juga belum bisa menyamai bila dibandingkan dengan negara lain di Asia Timur dan Pasifik yang skor rata-rata Indeks Modal Manusia sebesar 0,62.

Baca: Tabrakan Maut Xenia Vs Truk Mogok, 3 Korban Tewas Termasuk Ibu Hamil

Meski begitu, Indonesia jauh lebih baik dari rata-rata Indeks Modal Manusia negara berpenghasilan menengah ke bawah yang skornya sekitar 0,48.

Merujuk dari dokumen APBN KiTa edisi Oktober yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan, disebut Indeks Modal Manusia Indonesia belum optimal karena faktor stunting atau kerdil.

Anak yang mengalami stunting atau kerdil salah satunya dikarenakan kekurangan gizi yang membuat tumbuh kembangnya kemungkinan besar tidak optimal sehingga produktivitas di masa mendatang tidak maksimal.

"Belum optimalnya HCI Indonesia utamanya dipengaruhi oleh indikator stunting yang masih berada di bawah rata-rata stunting rate negara lower middle income," sebut Kementerian Keuangan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah disebut sudah sama-sama berkomitmen menangani masalah stunting.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved