Berita Kabupaten Nagekeo

Petugas Dinas Peternakan Ngada Turun Lapangan Berikan Vaksin Anti Rabies untuk Hewan

Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Peternakan turun ke lapangan untuk beri vaksin anti rabies ke sejumlah hewan.

Petugas Dinas Peternakan Ngada Turun Lapangan Berikan Vaksin Anti Rabies untuk Hewan
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana pemberian vaksin anti rabies di Desa Were I Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, Jumat (19/10/2018).

Lapoan Reporterr POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Peternakan turun ke lapangan untuk beri vaksin anti rabies ke sejumlah hewan.

Seperti yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Ngada di Desa Were 1, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Jumat (19/10/2018).

Kegiatan pencegahan ini sering dilakukan karena wilayah kabupaten Ngada itu sendiri untuk ternak anjing sudah sekian banyak hewan terkena penyakit rabies.

Untuk mencegah petugas setiap hari turun ke lapangan memberikan vaksin rabies untuk hewan di masyarakat.

Selain itu petugas memberikan penjelasan sebagai dasar untuk pemilik ternak, jika ada hewan yang kondisi kurang sehat tidak dilayani vaksin karena bisa menyebabkan hewan tersebut mati.

Setiap hewan berdarah panas dapat menularkan virus rabies. Akan tetapi, umumnya manusia terkena infeksi atau tertular rabies dari anjing. Penyakit ini dapat mematikan apabila gejala-gejalanya diabaikan.

Namun penyakit ini juga dapat dengan mudah dicegah dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat. Vaksinasi hewan dan penanganan hewan liar (seperti anjing atau kucing) yang tepat telah membantu mengurangi tingkat penularan rabies di hampir semua kabupaten yang tersebar di Provinsi NTT.

Di lokasi petugas perternakan bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menggerahkan masyarakat agar bisa membawakan hewan anjing dan kucing di kantor Desa Were 1.

Maria Anjelina Dhiu, Salah satu petugas kontrak provinsi mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan itu dalam rangka mencegah terjadinya rabies pada hewah peliharaan.

“Setiap hari kami turun ke lapangan untuk memberikan vaksin anjing, kucing dan kera dan harapan agar masyarakat yang punya ternak yang sakit atau kondisi tidak sehat maka kami tidak dilayani untuk memberikan vaksin pasalnya bisa menyebabkan anjing itu mati," papar Maria.

Ia mengatakan jika kondisi hewan peliharaan itu sakit maka tidak dilayani untuk pemberian vaksin.

“Jangan sampai nanti setelah di berikan vaksin kami sebagai petugas di salahkan karena vaksin dari kami menyebabkan hewan itu mati,” ujar Maria.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved