Panggilan Perawat Katolik dalam Melayani Korban Bencana Alam

Sedangkan moral Kristiani adalah moralitas hidup yang mengikuti Yesus dan mengikuti Allah karena Yesus adalah

Panggilan Perawat Katolik dalam Melayani Korban Bencana Alam
ilustrasi 

Oleh Ida Berliana
Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga

POS-KUPANG.COM - Bagi kita yang percaya dan menjadikan Allah sebagai dasar dan tujuan kita panggilan suara hati merupakan jawaban terhadap Allah.

Di dalam imanlah kita bertemu dengan Allah. Dan suara hati adalah tempat manusia secara pribadi mendengar panggilan untuk berjumpa dengan Tuhan. Dimana dengan suara hati kita akan mendapatkan kemampuan untuk memperlihatkan moral dan mengambil keputusan moral.

Sedangkan moral Kristiani adalah moralitas hidup yang mengikuti Yesus dan mengikuti Allah karena Yesus adalah pemenuhan janji Allah. Moral Kritiani merupakan moral iman tanpa syarat yang tidak memperhitungkan untung atau rugi, yang mana hidup orang Kristiani adalah pengabdian.

Baca: 3 Zodiak ini Terkenal Susah Percaya pada Orang Lain, Zodiak Kamu Termasuk?

Baca: Kontrak BTS Dengan BigHit Entertainment Segera Berakhir, Begini Nasib RM BTS Dan 6 Member BTS

Baca: Jelang MotoGP Jepang 2018 - Mungkinkah Marc Marquez Gabung ke Ducati? ini Komentar Dovizioso

Tuhan Yesus mengatakan dengan jelas bahwa untuk mau mengikuti panggilanNya tidaklah mudah. Perlu kesiapsediaan, yang mana hati kita sepenuhnya hanya bagi kemuliannNya, sehingga apapun pengorbanan yang Allah kehendaki dapat dan siap kita lakukan.

Di sinilah kita di ajak untuk berani dan bersedia meninggalkan dengan segala keterikatan, berani keluar dari situasi kenyamanan, dengan menolong penderitaan sesama menjadi petugas relawan dalam bidang keperawatan di tempat bencana yang sedang melanda negara kita saat ini.

Menjadi relawan dalam bencana bukanlah hal yang mudah. Tetapi keputusan untuk menjadi relawan yaitu membantu saudara- saudara kita yang menderita merupakan panggilan hati kita sebagai umat Allah.

Hal ini akan berbeda bila kita menjalankan tugas kita sebagai seorang perawat tanpa memiliki panggilan untuk melayani. Inilah yang Allah kehendaki pada kita sebagai perawat Katolik yaitu melayani bukan dilayani, memberi bukan diberi, menyebarkan firman Tuhan dalam wujud cinta kasih kita terhadap sesama.

Allah menghendaki supaya kita bukan hanya sebagai pendengar tetap juga pelaku Firman (Mrk 12:31 ) "kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" dengan menolong penderitaan sesama kita dan dengan talenta yang Allah berikan dalam bidang keperawatan kita terapkan untuk menolong saudara kita yang saat ini mengalami bencana.

Merawat mereka yang sakit, melindungi dan memberikan pendidikan kesehatan serta memberikan semangat dan membantu dalam doa untuk berserah penuh pada Allah. Bahwa Allah sekali-kali tidak akan pernah membiarkan dan meninggalkan kita, Allah akan menolong kita (Ibrani 13:5-6).

Melayani tanpa memandang perbedaan suku, agama atau pun ras, bekerja tanpa di gaji, hidup serba kekurangan, dan merasakan apa yang saudara kita rasakan.

Dengan mengerti akan panggilan Allah melalui suara hati sebagai seorang perawat Katolik kita wujudnyatakan melalui sikap, kata, tindakan dan perbuatan yang baik.

Tetaplah menjadi pengikut Kristus yang setia dengan menjadi perawat Katolik yang senantiasa memahami panggilanNya karena Allah menghendaki supaya kita segambar dan secitra dengan Allah yaitu melakukan perbuatan-perbuatan seperti yang Yesus perbuat. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved