Berita Kabupaten Ngada

Korsin Minta Kelompok Masyarakat Urus Legalitas Kelompok

mendorong kelompok masyarakat agar memiliki legalitas yang jelas terhadap pendirian kelompok masyarakat yang saat ini sedang

Korsin Minta Kelompok Masyarakat Urus Legalitas Kelompok
Pos Kupang/Teni Jenahas
Kadis Kelautan Ngada, Korsin Wea

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS KUPANG.COM | BAJAWA -- Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ngada, Korsin Wea, mendorong kelompok masyarakat agar memiliki legalitas yang jelas terhadap pendirian kelompok masyarakat yang saat ini sedang melaksakan budidaya ikan Bandeng di Lengkosambi Timur Riung Kabupaten Ngada.

Sehingga secara hukum sah dan tidak menjadi kelompok yang abal-abal. Dan status hukumnya jelas tercatat oleh Pemda.

"Harus memiliki legalitas yang jelas. Kelompok yang kita mau itu adalah kelompok kepentingan bersama mendatangkan alat untuk kepentingan bersama," ungkap Kadis Korsin, saat dihubungi POS KUPANG.COM, Jumat (19/10/2018).

Ia juga mendorong kedepan agar ada suatu kajian khusus mengenai potensi yang ada dilokas tambak tersebut. Sebab lahan diwilayah Lengkosambi Timur sangat potensial untuk pengembangan serta budidaya ikan, udang, tripang dan kepiting.

"Kita bisa kaji agar bisa melihat potensi yang ada. Agar bisa dikembangkan misalkan, udang, dan berbagai jenis ikan Bandeng, dan lain-lain. Ini memang catatan kita hari ini adalah mari kita berkolaborasi. Kalau sudah mulai seperti ini berarti kita sudah ada potensi yang luar biasa. Negara harus hadir disini," papar Korsin.

Sscara terpisah, Ketua Kelompok Bintang Timur, Thomas Tolandok, mengaku, senang karena usaha yang mereka lakukan tidak sia-sia selama satu tahun terakhir membudidayakan ikan Bandeng ditambak Lengkosambi Timur Kecamatan Riung Kabupaten Ngada.

Pria yang akrab disapa Thomas ini mengaku, bersyukur karena usaha swadaya anggota kelompok sudah bisa dinikmati oleh anggota kelompok tanpa bantuan dari pihak lain atau Pemerintah.

"Kami bersyukur karena bisa menikmati hasil berupa panen perdana ikan Bandeng hari ini," papar Thomas.

Ia mengaku, proses pengerjaan pembuatan tambak sejak tahun 2017 bersama dua puluh orang anggota kelompok bersama anak-anak dan istri mereka.

Halaman
123
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved