Berita Kabupaten TTS Terkini

Tim Pakem Identifikasi Dugaan Ajaran Menyimpang di TTS

Tim Pakem Kabupaten TTS yang diketuai Kajari TTS, Fachirazil mengidentifikasi adanya ajaran menyimpang yang masuk ke daerah Kabupaten TTS.

Tim Pakem Identifikasi Dugaan Ajaran Menyimpang di TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kepala Kejaksaan Negeri TTS, Fachirazil 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Tim Pengawas Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan (Pakem) Kabupaten TTS yang diketuai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTS, Fachirazil mengidentifikasi adanya dugaan ajaran menyimpang yang masuk ke daerah Kabupaten TTS.

Karena itu, ia telah meminta tokoh agama setempat untuk membuat laporan tertulis kepada Tim Pakem sehingga bisa diambil tindakan pencegahan.

Hal ini diungkapkan Fachirazil kepada POS- KUPANG.COM, Kamis (18/10/2018) di Aula Kantor Kejaksaan Nageri Soe seusai acara pelantikan badan pengurus Tim Pakem tingkat Kabupaten TTS.

Baca: Hotel di Labuan Bajo Ramai-ramai Beli Air Tangki

Dia enggan membeberkan nama ajaran kepercayaan yang diduga menyimpang dari aliran kepercayaan dan agama yang diakui negara tersebut karena belum menerima laporan tertulis dan melakukan analisis terkait laporan itu.

Namun dia mengaku, sudah mendapat adanya informasi terkait adanya aliran kepercayaan yang membuat resah masyarakat.

Baca: Pemerintah Kota Kupang Program Bedah Rumah, Ini Jumlah Anggarannya

"Ada tokoh agama yang mengeluh dengan aliran kepercayaan tertentu yang dinilai mengganggu ketentraman dan ketertiban umum. Oleh sebab itu kita minta laporan tertulisnya. Nantinya usai menerima laporan tertulis, baru kita lakukan analisis dan melakukan pertemuan dengan kelompok aliran kepercayaan yang diduga menyimpang tersebut. Hasil pertemuan selanjutnya akan kita buat dalam bentuk laporan dan rekomendasi ke tim Pakem tingkat propinsi," ungkap Fachirazil.

Orang-orang yang menganut aliran kepercayaan yang diduga menyimpang tersebut, lanjutnya, tidak memiliki rumah ibadat tetap. Mereka beribadat dari rumah ke rumah. Tak jarang, orang-orang ini mendatangi rumah warga dengan membawa selebaran untuk mengajak masyarakat menganut aliran kepercayaan tersebut.

Sebagai langkah antisipasi awal, Tim Pakem akan segera mengeluarkan surat yang ditujukan kepada tokoh umat beragama dan rumah ibadat guna mengajak masyarakat untuk menghindari ajaran kepercayaan dan aliran keagamaan yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut.

"Untuk langkah antisipasi dalam waktu dekat kita himbau masyarakat melalui tokoh-tokoh agama agar tidak terhasut dengan aliran kepercayaan yang tidak sesuai dengan agama yang dianutnya," jelasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved