Berita Kabupaten TTS

Polres TTS Kantongi Nilai PKN Kasus Dugaan Korupsi Landscape Kantor Bbupati TTS

Polres TTS Kantongi Nilai PKN Kasus Dugaan Korupsi Landscape Kantor Bupati TTS

Polres TTS Kantongi Nilai PKN Kasus Dugaan Korupsi Landscape Kantor Bbupati TTS
POS KUPANG/DION KOTA
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM| SOE – Setelah hampir dua bulan pasca BPKP melakukan klarifikasi ke TTS, Penyidik Polres TTS akhirnya mengantongi nilai perhitungan kerugian negara (PKN) dalam kasus dugaan korupsi pembangunan landscape kantor bupati TTS. Berdasarkan perhitungan BPKP, kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai 634 juta.

Hal ini diungkapkan Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, DS, SIK yang dikonfirmasi pos kupang melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH. MH, Selasa ( 16/10/2018) di ruang kerjanya.

Baca: Masyarakat Diminta Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan NTT Bagian Selatan Hingga Barat

Baca: Haus Darah Perawan, Elizabeth Báthory Bunuh 612 Gadis Lalu Darahnya Dipakai Untuk Mandi

Baca: Siswa SMP Tewas Dibacok dan Didorong ke Sungai, Ini Penyebabnya!

Baca: Sebelum Musibah, Pria Ini Sudah Dinasehati Istri Agar Tak Lagi Berselingkuh Dengan Model Cantik

Jamari mengatakan, pekan kemarin, Polres TTS Kantongi Nilai PKN Kasus Dugaan Korupsi Landscape Kantor Bbupati TTS

Saat ini, penyidik masih mempelajari berkas tersebut untuk menentukan apakah masih diperlukan pemanggilan saksi untuk keterangan tambahan atau langsung ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

" Laporan PKN nya sudah kami terima dan saat ini masih kami pelajari. Jika memang masih dibutuhkan keterangan tambahan akan kita panggil kembali saksi untuk penambahan keterangan. Tetapi, jika memang sudah dinilai cukup maka akan kita lakukan penetapan tersangka dalam kasus ini," tegas Jamari.

Ketika ditanyakan terkait calon tersangka dan kapan ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut, Jamari enggan menjawabnya. Ia hanya memberikan penegasan jika pasca dikantonginya PKN pihaknya akan bekerja cepat untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Semua pihak yang berperan dalam kasus dugaan korupsi tersebut dipastikan akan ditetapkan sebagai tersangka.

Baca: SADIS! Usai Ditebas Dengan Parang, Bunga Diperkosa Lalu Dibuang Di Kali

Baca: 6 Anggota Keluarga Sang Kekasih Tewas, Gegara Lamaran Ditolak

" Kita akan bekerja maksimal agar secepatnya bisa ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Semua pihak yang berperan menyebabkan kerugian negara dalam kasus ini pasti akan kita Tetapkan sebagai tersangka," tegasnya.

Ketua Araksi Kabupaten TTS, Alfred Baun memberikan apresiasi kepada BPKP dan Polres TTS yang sudah bekerja keras dalam usaha pengungkapan kasus dugaan korupsi pembangunan landscape kantor bupati TTS. Ia berharap, pasca dikantonginya PKN dalam kasus tersebut, penyidik bisa bekerja cepat untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Pascanya, sudah empat tahun masyarakat kabupaten TTS bertanya-tanya terkait penuntasan kasus tersebut.

" Selama ini penyidik selalu beralasan belum mengantongi PKN dari BPKP sehingga belum bisa menetapkan tersangka. Sekarang PKN sudah dikantongi dan terbukti jika ada kerugian negara dalam kasus tersebut. Oleh sebab itu, kita berharap penyidik bisa bekerja cepat dalam menetapkan tersangka dalam kasus ini," pinta Alfred.

Berdasarkan data yang dipegang araksi, sedikitnya harus ada delapan tersangka dalam kasus tersebut. Mulai dari unsur PPK, Kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, Pokja dan ULP harus bertanggungjawab atas kerugian negara dalam kasus tersebut. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved