Berita Kota Kupang

Pengerjaan Taman Kota Ditunda

Rencana pemerintah Kota Kupang untuk membangun alun-alun Kota dan taman di eks Teluk Kupang terunda.

Pengerjaan Taman Kota Ditunda
POS KUPANG/YENY RACHMAWATI
Sek Dinas PU, Devi Loak 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Rencana pemerintah Kota Kupang untuk membangun alun-alun Kota dan taman di eks Teluk Kupang terunda. Penundaan pekerjaan kedua taman tersebut dikarenakan kurangnya perencanaan yang matang, juga karena masih ada beberapa kendala.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Devi Loak, mengatakan, DPRD Kota Kupang juga menginginkan agar masalah tersebut diselesaikan, barulah ada pekerjaan taman. Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Alun-alun dan Taman yang telah dianggarkan masing-masing Rp 1 miliar lebih ini, diharapkan dapat dikerjakan pada tahun 2019 mendatang.

"Jadi saat pembahasan dengan DPRD Kota Kupang, mereka menghendaki agar adanya jawaban tertulis, bahwa tidak ada lagi MoU antara Suba Suka dan pemerintah Kota Kupang. Agar di kemudian hari tidak ada masalah yang akan timbul," katanya

Baca: Pelajar Di Ngada Tabrak Pejalan Kaki, Ini Kondisinya!

Baca: Pemerintah Sumbar Diminta Segera Tertibkan Pengecer BBM Yang Kian Marak

Baca: Diduga Hasil Hubungan Gelap, Ini 3 Fakta Penjualan Bayi oleh Mahasiswa di Instagram

Baca: Ini Komentar Mayangsari Setelah Miliki Akun Instagram

Baca: Demi Penuhi Janji Untuk Kekasih Hati, Made Sardika Nekat Lakukan Hal ini Pada Iparnya

Menurutnya, selain alasan tersebut, faktor lainnya yang mempengaruhi penundaan pekerjaan eks Teluk Kupang karena melihat waktu pelaksanaan kerja yang tersisa hanya satu bulan. Tidak mungkin proyek tersebut dilakukan dalam waktu satu bulan lebih, terhitung dengan waktu pelaksanaan tender. Karena melihat anggaran yang dialokasikan juga cukup besar.

"Tidak mungkin proyek ini dikerjakan dalam waktu satu setengah bulan, dipotong dengan masa tender, sementara anggaran yang dialokasikan cukup besar. Maka jalan terbaik ditunda, agar nanti pekerjaannya bisa lebih efektif, erutama dalam masa waktu pengerjaan," ujarnya.

Ia mengatakan, anggaran ini akan masuk dalam Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Dinas PUPR Kota Kupang yang merupakan penanggung jawab proyek ini untuk menghadirkan ruang terbuka hijau.

Sementara, untuk alun-alun Kota Kupang di depan Polsek Kelapa Lima, jelasnya, perencanaan sudah ada sejak tahun 2010. Rencana anggaran biaya (RAB) sebesar Rp 11 miliar lebih dan sudah delapan tahun berjalan sehingga sudah terjadi inflasi dan lainnya sehingga harga ini tidak bisa dipakai. Maka dari itu dengan angka Rp 1 miliar ini, harus dicari perencanaan item mana yang bisa digarap dengan anggaran seperti ini.

"Selain itu, dalam waktu pelaksanaan juga sudah sangat mepet sehingga tidak bisa dipaksakan. Saya sendiri sudah berkonsultasi dengan Penjabat Sekda, bagaimana pembangunan alun-alun Kota dengan anggaran Rp 1 miliar," ujarnya.

Kata Devi, sebaiknya, perencanaan dan pelaksanaan fisik harusnya tidak berjalan berbarengan, perencanaan harus ada lebih awal satu tahun sebelumnya, barulah pembangunan. Ini bukan hanya bagi pekerjaan eks Teluk Kupang dan alun-alun kota saja, tetapi bagi semua proyek. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved