Berita Kabupaten TTS

Otak Pelaku Pelaku Penganiayaan dan Pemerkosaan Bunga Ternyata Kepala Teku

korban mengalami luka parah pada bagian leher dan bahunya, korban juga harus kehilangan keperawanannya serta mengalami cacat seumur hidup.

Otak Pelaku Pelaku Penganiayaan dan Pemerkosaan Bunga Ternyata Kepala Teku
POS KUPANG
Ketua Araksi, Alfred Baun 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE – Ketua Aliansi rakyat anti korupsi ( Araksi) Kabupaten TTS, Alfred Baun memberikan apresiasi kepada Polres TTS khususnya kepada Polsek Boking yang berhasil mengungkap kasus penganiayaan berat yang disertai pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, bunga bukan nama sebenarnya (13) warga Desa Poli Kecamatan Santian.

Pasalnya, selain menyebabkan korban mengalami luka parah pada bagian leher dan bahunya, korban juga harus kehilangan keperawanannya serta mengalami cacat seumur hidup.

Baca: Pemkab Kupang dan Politeknik Tandatangan MoU Bersama

Baca: Tolak Fahri Hamzah, Mercy Seubelan: Jangan Berlindung di Balik Toleransi

Baca: Masyarakat Diminta Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan NTT Bagian Selatan Hingga Barat

Lumpuh yang dialami korban disebabkan luka potong akibat tebasan parang pada bagian leher korban mengakibatkan syarat motorik korban terputus. Hal ini menyebabkan korban tidak bisa menggerakkan kedua kakinya sehingga mengalami lumpuh pada bagian kakinya. 

" Kita berikan apresiasi terhadap Polsek Boking yang berhasil mengungkap kasus ini. Salah satu pelaku, Yeskiel Tafuli diketahui sebagai kepala teku (pencuri) di wilayah Desa Fotilo yang sudah banyak meresahkan masyarakat sehingga kita apresiasi penangkapan pelaku. Kita berharap, kedua pelaku, Yohanes Bana dan Yeskiel Tafuli dihukum seberat-beratnya atas perbuatan mereka tersebut," ungkap Alfred kepada pos kupang, Selasa ( 16/10/2018) di seputaran kota Soe.

Baca: Haus Darah Perawan, Elizabeth Báthory Bunuh 612 Gadis Lalu Darahnya Dipakai Untuk Mandi

Baca: 6 Anggota Keluarga Sang Kekasih Tewas, Gegara Lamaran Ditolak

Saat ini lanjut Alfred, karena ketiadaan anggaran, Bunga terpaksa hanya dirawat seadanya dengan menggunakan pengobatan tradisional. Bunga yang diketahui sudah menjadi yatim piatu sejak masih berusia 4 tahun saat ini tinggal bersama keluarganya di Desa Poli. Kendala ekonomi membuat Bunga tak bisa melanjutkan pengobatannya ke surabaya sesuai saran dokter di RS. Siloam, Kupang.

Alfred berharap, Pemda TTS tidak tutup mata terhadap peristiwa tragis yang dialami oleh bunga. Pemda TTS diharap bisa memfasilitasi bunga agar bisa melanjutkan perawatannya ke Surabaya sehingga harapnnya untuk kembali berjalan normal bisa terwujud.

Baca: Sebelum Musibah, Pria Ini Sudah Dinasehati Istri Agar Tak Lagi Berselingkuh Dengan Model Cantik

Baca: SADIS! Usai Ditebas Dengan Parang, Bunga Diperkosa Lalu Dibuang Di Kali

Baca: 6 Anggota Keluarga Sang Kekasih Tewas, Gegara Lamaran Ditolak

" Dokter sarankan untuk lanjut perawatan ke Surabaya tetapi korban terkendala masalah ekonomi. Kita berharap Pemerintah bisa hadir memfasilitasi korban sehingga bisa melanjutkan perawatannya ke Surabaya. Korban yang merupakan anak yatim piatu sangat membutuhkan bantuan Pemda TTS oleh sebab itu, Pemda TTS harus membantu korban," desak Alfred.

Untuk diketahui, bunga merupakan korban kesadisan Yohanes Bana dan Yeskiel Tafuli. Pelaku Yohanes Bana memotong leher dan bahu korban menggunakan sebilah parang sebanyak tujuh kali.

Usai terkapar dan tak sadar diri, pelaku, Yeskiel Tafuli justru memperkosa korban dan menyeret korban ke dalam kali. Beruntung, keajaiban terjadi, korban yang dikira sudah mati oleh para pelaku justru masih diberikan napas kehidupan.

Warga yang menemukan korban di dalam kali, langsung membawa korban ke Puskesmas Manufui. Karena luka yang dialami korban sangat parah, korban lalu dirujuk ke RSUD Soe dan dirujuk lanjutan ke RS. Siloam, Kupang.

Usai dirawat di RS. Siloam, Keadaan korban akhirnya mulai membaik. Luka tebasan pada leher korban mulai sembuh. Namun sayangnya, kedua kaki korban tak bisa digerakan. Saat ini korban terpaksa berjalan dengan cara menyeret tubuhnya dengan bantuan kedua tangannya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved