Berita Religi

Menumbuhkan Kesadaran Religius Orang Muda, Ini Yang Dilakukan OMK Paroki Penfui

Yosefiani menjelaskan, perlombaan yang digelar OMK Paroki St. Yosep Pekerja Penfui melibatkan stasi dan wilayah di paroki tersebut.

Menumbuhkan Kesadaran Religius Orang Muda, Ini Yang Dilakukan OMK Paroki Penfui
IST

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yosep Pekerja Penfui menggelar berbagai perlombaan pada bulan September lalu. Perlombaan tersebut diselenggarakan untuk memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN).

Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut menampilkan berbagai perlombaan, diantaranya lomba membaca kitab suci, lomba mewarnai, menyanyi solo, dan vocal grup.

Koordinator lomba, Yosefiani Dewi Tamatur, kepada Pos Kupang di Gereja St. Yosep Pekerja Penfui, Jumat (5/10/2018), memberikan apresiasi kepada para peserta yang sudah berpartisipasi dalam perlombaan memeriahkan BKSN di paroki tersebut.

Baca: Putra Daerah, Brigjen Pol Jonny Asadoma Jadi Waka Polda NTT

Yosefiani mengatakan, lomba membaca kitab suci diikuti 12 peserta, lomba mewarnai diikuti 8 peserta, lomba menyanyi solo diikuti 9 peserta dan lomba vocal grup diikuti 3 tim.
Yosefiani menjelaskan, perlombaan yang digelar OMK Paroki St. Yosep Pekerja Penfui tersebut melibatkan stasi dan wilayah di paroki tersebut.

Menurutnya, perlombaan membaca kitab suci untuk tingkat Sekami kategori putra dan putri, mewarnai untuk tingkat TK, vocal grup tingkat Sekami, dan nyanyi solo tingkat OMK.

Menurut Yosefiani, kegiatan perlombaan bertujuan untuk memeriahkan BKSN. Selain itu, katanya, untuk menumbuhkan kesadaran religius dalam diri anak-anak di Paroki St. Yosep Pekerja Penfui.

Dikatakanya, anak-anak zaman sekarang lebih suka memegang Handphone (HP) dari pada membaca kitab suci.

Baca: Ramalan Zodiak Rabu 17 Oktober 2018: Aries Siap Kecewa, Cancer Bakal Dapat Kabar Bahagia!

"Kami dari OMK mengingkinkan agar anak-anak bisa tumbuh dalam tradisi yang baik. Selain itu, kami pun menginginkan agar kitab suci tidak hanya sekedar pajangan dan simbol belaka," jelasnya.

Yosefiani menyesalkan rendahnya kesadaran umat di Paroki St. Yosep Pekerja Penfui yang mengikuti perlombaan memeriahkan BKSN.

"Di paroki ini ada tujuh stasi, enam kapela, dan 10 wilayah. Namun perlombaan ini tidak bisa diikuti oleh semua elemen tersebut, karena dalam waktu bersamaan, ada juga kegiatan yang digelar oleh beberapa stasi sehingga tidak bisa hadir," katanya.

Sebagai koordinator acara, dirinya cukup menyayangkan jika perlombaan kitab suci pada BKSN hanya diikuti oleh anak-anak.

Baca: November Mendatang, Seluruh Puskesmas di Kota Kupang Sudah Diakreditasi

"Padahal banyak anak kurang mahir membaca kitab suci, dan tidak semua orang muda mampu membaca kitab suci dengan baik. Ini tantangan bagi OMK," katanya.

Dia berharap, ke depan perlombaan membaca kitab suci bisa diikuti oleh anak-anak dan orang muda di Paroki St. Yosep Pekerja Penfui. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved