Berita Kesehatan

Maria Florentina Moi : Peran Perawat Mendoakan Orang Sakit

PERAWAT adalah tenaga profesional di bidang kesehatan yang bertanggung jawab untuk merawat, melindungi dan memulihkan pasien.

Maria Florentina Moi : Peran Perawat Mendoakan Orang Sakit
ils

PERAWAT adalah tenaga profesional di bidang kesehatan yang bertanggung jawab untuk merawat, melindungi dan memulihkan orang menderita penyakit atau pasien.

Pemeliharaan kesehatan orang sehat, dan penanganan keadaan darurat yang mengancam nyawa. Selain itu, perawat juga terlibat dalam riset medis dan merawat serta menjalankan beragam fungsi non-klinis yang diperlukan.

Sebagai seorang perawat harus bisa memberikan perawatan secara profesional. Perawat berbeda dengan para medis lain. Misalkan Dokter. Dokter mengobati pasien dengan diagnosis mediknya, perawat memiliki hal yang unik untuk pelayanan medik.

Baca: Banyak Orang Terkena Kanker Paru-paru Kenali Ciri-ciri Fisiknya!

Perawat lebih pada arah respon pasien terhadap penyakit yang dideritanya, mulai dari bio, psiko, sosial sampai pada spiritual. Di sinilah letak keistimewaan seorang perawat. Lingkungan pelayanan perawat menyakut bio, psiko, sosio dan spiritual, perawat menjadi model dan sahabat bagi pasien.

Perawat dalam pelayanan kepada sesama terutama kepada penderita penyakit semestinya di dukung dengan kemampuan spiritual.
Kemampuan perawat dalam memberikan dukungan moril kepada penderita penyakit agar pasien mendapat kekuatan untuk memiliki suatu harapan akan campur tangan Allah dalam diri para perawat.

Doa merupakan sarana penting dalam menunjang kesembuhan seorang pasien. Si penderita mendapat kekuatan doa dari keluarga maupun dari para perawat agar dia memperoleh rahmat kesembuhan.

Mendoakan Orang Sakit
Umat katolik yang terpanggil dan terpilih menjadi perawat memiliki perbedaan nyata dengan agama-agama lain di muka bumi ini. Katolik sebagai agama, tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta, namun memiliki relasi akan sesama.

Gereja Katolik memiliki latar belakang dan tokoh panutan yakni Tuhan Yesus sang Penyembuh Ilahi yang tersurat dalam ajaran-ajaran sebagai tuntunan yang bersifat komprehensif, harmonis, jelas, dan logis.

Baca: Terungkap Alasan Mengapa Ribuan Orang Korea Menuntut BTS Dibubarkan!

Salah satu kelebihan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah perihal perspektif ajaran Katolik dalam mendoakan pasien sebagai kliennya. Landasan Biblis tentang doa bagi orang sakit, yakni Kitab Keluaran, 15:26 "..... Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau". (Surat Yakobus 5:13) "Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa."
Yeremia 30:17 : "Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman Tuhan, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorangpun menanyakannya."
Yeremia 33:6, "Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah." 4. Korintus 10:13, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."
Tuhan mungkin tidak akan langsung menyembuhkan penyakit kita, tetapi satu hal yang pasti bahwa Dia akan menemani kita dan memberikan kekuatan untuk melewati penderitaan.

Baca: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Pastikan Peluru Nyasar Berasal Lapangan Tembak Perbakin

Peran Doa Dalam Penyembuhan
Penelitian Snyderman (1996) menyebutkan bahwa terapi medis saja tanpa disertai dengan doa, akan sia-sia, Sebaliknya doa saja tanpa disertai dengan tindakan medis, tidaklah efektif. Sementara itu Matthew (1996) menyatakan bahwa suatu saat para dokter dan perawat selain menuliskan resep obat juga akan menuliskan doa pada kertas resep sebagai pelengkap.

Doa-Doa untuk Kesembuhan Pasien
.... Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau...... Keluaran 15:26
Ya Allah sumber kerahiman..Engkaulah penyembuhku.Aku mempersembahkan seluruh rasa sakit dan derita yang aku alami kehadiratMu. Aku mohon, sudi kiranya mencamahi dan menyentuh tubuh dan seluruh sumber penderitaan ini kiranya dijauhkan disembuhkan dari penyakit karena Engkaulah sumber pengampunan. Yang Aku lakukan saat ini hanya seruan seperti HambaMU Nabi Yeremia: " sembuhlah aku ya Tuhan, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku! ( Yeremia 17:14), semuanya aku persembahnkan kepangkuanMu melalui Bunda Terkasih Maria. Amin.

Doa untuk Orang Sakit
Dalam menghadapai penyakit, seringkali orang diliputi oleh rasa putus asa padahal sudah berobat sebagaimana mestinya, namun belum juga memperoleh kesembuhan. Sebagai seorang yang beragama dan beriman, rasa putus asa hendaknya dihindari.
Berikut ini contoh hasil riset yang pernah dilakukan:
1. Sebuah riset longitudinal (8-10 tahun) yang dilakukan oleh Robbins dan Metzner terhadap 2.700 orang membuktikan bahwa angka kematian pada kelompok yang rajin berdoa atau beribadah lebih rendah dibanding dengan kelompok yang tidak rajin.
2. Riset yang dilakukan oleh Zuckerman, Kals, dan Ostfield terhadap warga lanjut usia pun membuktikan hal yang sama, kelompok lansia yang lebih rajin berdoa terbukti lebih panjang umur dibandingkan dengan yang tidak rajin berdoa.
3. Tahun 1998 sebuah studi di California menemukan bahwa enam bulan setelah didoakan secara diam-diam ternyata tingkat kesehatan pasien AIDS terbukti membaik secara signifikan bila dibandingkan tingkat kesehatan kelompok pasien AIDS yang tidak didoakan.

Baca: Penyelesaian Tapal Batas Ngada dan Manggarai Diambilalih Pusat! Ini Janji Kemendagri

4. Tahun 2002, hasil studi yang dilakukan terhadap 39 pasien di ICU membuktikan, mereka yang didoakan bisa keluar dari rumah sakit lebih cepat dibandingkan pasien yang tidak didoakan, walaupun mendapatkan pengobatan yang lama.
Banyak ilmuwan semakin yakin tentang manfaat doa bagi kesehatan, dan riset masih terus dilakukan dengan mencermati beragam sisi.
Jadi, apapun masalah atau penyakit kita, coba evaluasi diri. Siapa yang salah, oleh karena kecerobohan kita atau memang di luar kendali kita. Kalau itu karena diri sendiri, maka itu adalah cara Allah untuk mengingatkan dan mendidik supaya kita bisa lebih bijaksana. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat badi sejawat yang membutuhkan dan para pasien yang kami kasihi. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved