Berita Rekrutmen CPNS 2018

Jangan Lupa, Senin Ini Hari Terakhir Pendaftaran "Online" CPNS 2018

Hari ini, Senin (15/10/2018), merupakan kesempatan terakhir bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil 2018 untuk melakukan pendaftaran online.

Jangan Lupa, Senin Ini Hari Terakhir Pendaftaran
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Ilustrasi: Ribuan orang mengikuti tes calon pegewai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Malang di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (12/12/2010). 

POS-KUPANG.COM - Hari ini, Senin (15/10/2018), merupakan kesempatan terakhir bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil 2018 untuk melakukan pendaftaran online.

Pendaftaran dapat dilakukan di situs Sistem Seleksi CPNS Nasional 2018, sscn. bkn.go.id. Badan Kepegawaian Nasional membuka kesempatan bagi yang ingin melakukan pendaftaran online pada Senin ini hingga pukul 23.59 WIB.

Namun, dilansir dari akun Twitter BKN, @BKNgoid, layanan konsultasi atau helpdesk di situs SSCN ditutup.

Baca: Bupati Halmahera Barat Kagumi Festival Fulan Fehan

"Helpdesk online di web SSCN ditutup pada Minggu. 14/10/2018 pukul 23.59 WIB," demikian keterangan yang disampaikan BKN.

BKN pun mengumumkan bahwa pelamar yang sudah mendaftar di akun SSCN sudah mencapai 4.349.780 orang. Dari jumlah itu, total pelamar yang sudah selesai mendaftar mencapai 3.213.015 orang.

Baca: Mendikbud Berharap Festival Fulan Fehan Terus Dilaksanakan

Adapun, proses pendaftaran online ini sudah melalui proses perpanjangan dari jadwal semula. Sebelumnya, secara umum pendaftaran online CPNS dilaksanakan hingga 10 Oktober 2018.

Kepala Humas BKN, Mohammad Ridwan menyampaikan, perpanjangan pendaftaran online ini berdasarkan evaluasi terhadap keluhan dan pengaduan yang masuk ke pihaknya.

"Ada karena daerah terdampak bencana. Ada yang jaringan internet di daerahnya terbatas," kata Ridwan saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/10/2018).

Selain itu, Ridwan menambahkan, revisi formasi, masalah NIK (Nomor Induk Kependudukan) juga menjadi alasan kenapa pendaftaran CPNS diperpanjang. "Ada yang prodi (program studi)-nya tidak tepat. Banyaklah (alasannya)," ucap dia. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved