Berita Teenager

Teeners! Jangan Sampai Berbalik Hati Jika Terlalu Lama Menunggu

Teeners, memang menunggu atau menanti sebuah jawaban sangat membosankan. Kita tidak tahu jawabannya seperti apa.

Teeners! Jangan Sampai Berbalik Hati Jika Terlalu Lama Menunggu
ils
Menunggu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Teeners, memang menunggu atau menanti sebuah jawaban sangat membosankan. Kita tidak tahu jawabannya seperti apa. Sudah lama menunggu, namun pada akhirnya ditolak.

Ada dua persoalan yang menjadi pilihan kita berkaitan dengan menunggu sebuah jawaban. Lebih baik menunggu kemudian mendapatkan jawaban atau berpindah hati namun kita belum tahu, apakah menyenangkan atau tidak?

Semua jawaban itu ada pada diri kita masing-masing, sekarang tinggal kita mau memilih yang mana dari dua pilihan tersebut. Dua pilihan tersebut memiliki konsekuensinya masing-masing, karena kita belum bisa memastikan jawabanya.

Baca: 4 Orang Jadi Korban Pembunuhan Sekte Penyembah Iblis, Tengkoraknya Dijadikan Persembahan

Namun, yang pasti kita dapat membaca dari pendekatan yang dilakukan selama ini. Dengan bacaan awal, kita bisa memprediksi apa jawaban yang akan diberikan oleh si dia.

Sementara itu, jika dalam pendekatan tak ada tanda-tanda keberterimaan dari si dia, silahkan mengambil sebuah keputusan. Hal itu dilakukan supaya tidak merasa menyesal membuang waktu untuk melakukan pendekatan.

Baca: Jika Menunggu Itu Membosankan, Apakah Berpindah Hati Itu Menyenangkan

Ini komentar para Teeners :

Cindy Taus
Fb : Cindy Taus

Cindi Taus
Cindi Taus (IST)

Butuh waktu memberikan jawaban kepada pasangan, karena jawaban harus dipertimbangkan dengan matang.

Dilla Kosat
Fb : Dilla Kosat

Dila Kosat
Dila Kosat (IST)

Jangan tergesa-gesa memberikan jawaban. Apalagi orangnya baru saya kenal. Perlu pendekatan untuk saling mengenal.

Laura Do Carmo
Fb : Laura Do Carmo

Laura Do Carmo
Laura Do Carmo (IST)

Menurut saya, minimal menemukan satu alasan rasional kenapa sampai memberikan jawaban kepada dia. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved