Berita NTT

Sepuluh Tahun Pura Agung Giri Kertha Kupang

Sepuluh tahun lalu, 7 Juni 2008, Gubernur NTT Piet Alexander Tallo meresmikan Pura Agung Giri Kertha, tempat ibadah umat Hindu di BTN

Sepuluh Tahun Pura Agung Giri Kertha Kupang
POS KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Beberapa umat Hindu tengah mempersiapkan acara perayaan 10 tahun Pura Agung Giri Kertha di BTN Kolhua, Kupang, Jumat (12/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada tanggal 7 Juni 2008, Piet Alexander Tallo meresmikan Pura Agung Giri Kertha, tempat ibadah umat Hindu di BTN Kolhua, Kupang.

Pura itu dirikan atas inisiatif dan kerja sama umat Hindu yang berada di Kupang dengan berbagai pihak.

Baca: BREAKING NEWS: Nenek Ini Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Noeana TTU

Dr. I Gusti Budiana M.Sc., sekretaris Parisada Dharma Hindu Indonesia, Kupang (PHDI), menceritakan, pembangunan Pura tersebut didirikan secara bertahap. Meski sempat terkendala soal biaya dan hal lainnya Pura tersebut akhirnya bisa berdiri kokoh hingga hari ini.

"Dulu, di sini masih hutan, sepi, kami bersyukur kini usia pura ini sudah sepuluh tahun dan kami patut merayakannya," ungkapnya, saat ditemui POS-KUPANG.COM, pada Jumat (12/10/2018) si Pura Agung Giri Kertha.

Pada kesempatan itu, I Gusti Budiana dan beberapa umat Hindu tengah mempersiapkan perayaan sepuluh tahun Pura tersebut yang akan digelar, besok, Sabtu (13/10/2018).

Ia menjelaskan, umat Hindu di wilayah Kota Kupang saat ini yang terdaftar, mencapai 5000-an KK.

"Yang terdaftar mencapai angka itu (5000-an). Pastinya ada yang tidak terdaftar, jadi kalau ditambah dengan yang terdaftar, jumlahnya lebih," ungkapnya.

Ia mengatakan, dirinya sangat bangga bahwa provinsi NTT menjadi panutan atau teladan provinsi dalam hal kerukunan hidup umat beragama.

Untuk itu ia sangat berharap pemerintah dan masyarakat bisa mempertahankan prestasi baik ini.

"Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita dan seluruh masyarakat NTT, dimana sejauh ini, kita menjadi panutan bagi yang lain dalam menjalin kerukunan antar umat beragama," ungkapnya.

Lebih lanjut, I Made Gusti menegaskan, ia sangat berharap umat Hindu turut berpartisipasi dalam upaya menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat.

Ia mengatakan, hal tersebut sudah menjadi ajaran dalam Hindu bahwa umat Hindu harus menjalin relasi yang harmonis dengan Yang Maha Kuasa, sesama dan alam ciptaan.

"Kalau tiga jalinan relasi ini bisa kita jaga dengan baik, pastilah kehidupan kita akan harmonis dan damai," ungkapnya. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help