Berita Lembata

Petani Lembata Menjerit! Harga Kopra Tak Sebanding Harga Beras

Saat ini harga kopra hanya Rp 4.000 per kg. Harga ini terlalu rendah dibanding harga beras menembus Rp 12.500/kg. Kami minta pemerintah

Petani Lembata Menjerit! Harga Kopra Tak Sebanding Harga Beras
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
PETANI KOPRA -- Benediktus Bala Aihua sedang mengambil kelapa yang sudah dibelah untuk dijadikan kopra. Gambar diabadikan, Jumat (12/10/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Petani kopra di Kabupaten Lembata kini menjerit. Mereka mengeluhkan harga kopra yang tidak sebanding dengan harga beras yang dijual para pedagang di daerah tersebut.

"Saat ini harga kopra hanya Rp 4.000 per kg. Harga ini terlalu rendah dibanding harga beras yang menembus Rp 12.500/kg. Karena itu kami minta pemerintah tolong mengintervensi supaya harga kopra bisa lebih tinggi lagi."

Baca: BREAKING NEWS: Nenek Ini Ditemukan Tak Bernyawah di Kali Noeana TTU

Permintaan itu disampaikan Benediktus Bala Aihua, ketika ditemui Pos Kupang.Com di Lewoleba, Jumat (12/10/1018) siang. Saat ditemui, Bala bersama sejumlah warga sedang mencungkil kelapa yang dijemur untuk dicincang menjadi kopra.

Dikatakannya, sampai dengan saat ini harga kopra di Lembata hanya Rp 4.000/kg. Dalam setahun terakhir, harga ini tak pernah bergerak naik. Bila dibandingkan dengan komoditas lainnya, seperti kemiri dan jambu mete, harga kopra paling rendah. Hanya Rp 4.000 per kg.

Harga seperti ini, lanjut Bala, membuatnya tak bisa leluasa dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Karena harga barang di pasar selalu bergerak naik, sementara harga kopra tak berubah dari dulu sampai sekarang.

Untuk membeli beras 1 kilogram, lanjut Bala, ia harus menjual kopra 3 kg. Itu berarti untuk beras 50 kg seharga Rp 450.000, ia harus menjual kopra lebih dari 100 kg. Kondisi inilah yang membuatnya tak bisa berbuat banyak dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kami tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup secara baik karena harga kopra yang kami jual terlalu rendah dibandingkan dengan harga komoditas lainnya. Barang di pasar selalu bergerak naik tapi harga kopra tidak berubah dari dulu sampai sekarang," ujarnya.

Beberapa tahun lalu, lanjut dia, harga kopra mencapai Rp 8.000/kg. Tapi harga itu terus bergerak turun dan bertahan pada Rp 4.000/kg sampai dengan saat ini. Untuk itulah pihaknya meminta bantuan pemerintah untuk mengintervenai harga tersebut. Setidaknya dinaikkan sedikit sehingga bisa membantu petani memenuhi kebutuhan hidup keluarga. (*)


Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help