Berita NTT Terkini

Pembangunan Infrastruktur Jalan Sabuk Merah Sektor Timur Ditargetkan Tuntas 2020

Salah satu program pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla adalah pembangunan infrastruktur jalan di daerah perbatasan.

Pembangunan Infrastruktur Jalan Sabuk Merah Sektor Timur Ditargetkan Tuntas 2020
POS-KUPANG.COM/KANIS JEHOLA
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Provinsi NTT, Nikolaus A G Botha, ST, MT 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Salah satu program prioritas pemerintah pusat di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla adalah pembangunan infrastruktur jalan di daerah perbatasan.

Di Provinsi NTT, pembangunan infrastruktur jalan daerah perbatasan itu dibagi dua, yakni Sabuk Merah sektor Timur (Motaai-Motamasin), dan Sabuk Merah Sektor Barat, yaitu akses jalan menuju PLBN Wini.

"Khusus Sabuk Merah Sektor Timur ditargetkan tahun 2020 semua jalan sudah diaspal," kata Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Provinsi NTT, Nikolaus A G Botha, ST, MT kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (11/10/2018).

Baca: Kasus Dosen Ganja, Dado Ditunjuk Dampingi Tersangka Pemasok

Khusus Sabuk Merah Sektor Timur, jelas Niko, total panjang jalan seluruhnya 176,19 kilometer (Km). Penanganan jalur jalan di Sektor Timur ini mulai ditangani sejak tahun 2015.

Jalan perbatasan di Sabuk Merah Sektor Timur yang sudah diaspal.
Jalan perbatasan di Sabuk Merah Sektor Timur yang sudah diaspal. (ISTIMEWA)

Sampai akhir 2018 jalan yang sudah beraspal diharapkan bisa mencapai sepanjang 80,255 km, yang sudah buka sampai urugan pilihan (urpil) sepanjang 81,365 Km, dan yang masih jalan tanah sepanjang 14,525 Km.

Baca: Bocah 7 Tahun di Belu Ditabrak Sapi, Kepalanya Luka Robek, Kondisinya Menyedihkan

Di Sektor Timur ini, jelas Niko, terbagi dalam empat ruas besar. Ruas I meliputi Motaain-Salore-Haliwen-Sadi-Asumanu- Haikesak. Ruas II meliputi Haekesak-Fulur-Nualain. Ruas III meliputi Nualain-Henes-Dafala. Dan ruas IV meliputi Dafala- Laktutus-Motamasin.

Khusus di Sektor Timur ini, demikian Niko, diharapkan akhir tahun 2018 semua akses jalan sudah terbuka, sehingga tahun 2019-2020 hanya fokus pada penuntasan jalan aspal saja. "Itu grand sekenarionya," kata Niko.

Selain jalan, di Sektor Timur juga akan dibangun 41 unit jembatan. Dari jumlah tersebut, yang sudah ditangani hingga akhir 2018 sebanyak 16 jembatan. Sedangkan sisanya 25 jembatan belum ditangani.

Rencananya pada tahun 2019 akan dibangun 7 unit jembatan. Bila dana lebih akan dibangun lebih dari 7 jembatan, sehingga sisanya akan dibangun pada tahun 2020.

"Konsentrasi kita sekarang adalah mengaspalkan jalan di pemukiman penduduk. Sedangkan sampai tahun 2020 tak hanya di pemukiman penduduk tapi semua jalan di sektor itu diaspal," kata Niko.

Sedangkan untuk Sabuk Merah Sektor Barat, ruas jalan yang akan dibangun nantinya sepanjang 130,88 Km. Untuk Sektor Barat ini baru sentuh 5 Km akses menuju PLBN Wini. Di sektor tersebut juga sudah dibuat dua jalur empat lajur dengan median di tengahnya. (*)

Penulis: Kanis Jehola
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help