Opini Pos Kupang

Ketika Politik Mengalir ke Desa

Politik itu indah karena dinamikanya mengandung seni bermain-main. Para pemainnya memilih ruang terbuka atau tertutup.

Ketika Politik Mengalir ke Desa
ilustrasi

Oleh Pius Rengka
Warga Kota Kupang

POS-KUPANG.COM - Politik itu indah, politik itu asyik, tetapi politik itu pun keji adanya. Tetapi secara adicita politik adalah salah satu jalan mulia untuk mencapai kebaikan bersama, pro bonum commune.

Politik itu indah karena dinamikanya mengandung seni bermain-main. Para pemainnya memilih ruang terbuka atau tertutup. Para aktornya, tak hanya orang bodoh, tetapi juga terlibat kaum cerdik cendekia nan akademis.

Kadang di lapangan, kaum bodoh mengakali yang cerdas. Kali lain kaum cerdas memanipulasi kebenaran faktual demi dukungan rakyat. Politisi bijak, tentu tidak akan memilih keduanya. Politisi bijak berjalan di jalan yang diyakininya benar.

Baca: 5 Zodiak Ini Bakal Diterima Cintanya di Bulan Oktober Ini, Kamu Termasukkah?

Baca: Drama Korea Mr.Sunshine Raih Most Buzzworthy Drama, Disusul Drakor 100 Days My Prince

Baca: Waduh! Ada Petisi Pembubaran Idol KPop BTS , 3000 orang Sudah Tanda Tangan, Army Panas

Baca: BNPB Tegaskan Soal Hubungan Antara Gempa Situbondo dan Gempa Palu, Ini Jumlah Korbannya

Politik itu asyik karena para pelakunya sibuk bergosip, isu, intrik dan analisa multidimensional untuk membela kepentingannya. Mereka berpikir terus tak kenal waktu. Semua hal dihitung. Satu soal dicermati dari berbagai hal, atau aneka soal dilihat dari satu hal.

Mereka berdiskusi seolah-olah waktu selalu tak tersedia. Otak para politisi itu dihujani informasi simpang-siur silih berganti. Kebenaran informasi yang aneka rupa warna itu tak pernah konstan. Informasi berubah setiap waktu. Politisi mengubah dirinya seperti bunglon mengganti warna sesuai tempat pijak.

Namun, politisi nan bijak, memilih menepi dan menjauh dari lalu lintas isu dan info yang seliweran itu, sambil melakukan verifikasi atas semua hal yang belum jelas. Dia mencari jalan sunyi lalu mendengar betapa riuhnya suara hening.

Karena itu politisi handal juga adalah seorang perenung ulung. Dia adalah orang yang selalu mencari dan menemukan jalan terbaik bagi masa depan bangsanya, daerahnya dan terutama mendapatkan cara beradab dalam pembebasan rakyat dari aneka sebab kemiskinan dan kemelaratan.

Sekarang ini, ada kelompok tertentu membakar emosi rakyat dengan menghujam isu PKI bangkit lagi ke tengah media sosial. Bahkan ada pensiunan jenderal, geram sekali ketika ada aktivis hak azasi manusia mendorong rekonsiliasi nasional terhadap peristiwa G30S PKI.

Tetapi, rekonsiliasi itu harus didahului dengan peradilan ad hoc atas kasus pembunuhan massal rakyat tak berdosa tahun 1965. Peradilan itu diperlukan untuk menegakkan sejarah agar tidak sesat seturut kehendak pemenang atau yang berkuasa. Sejarah di negeri ini, memang ditelikung oleh orang "kuat" nan tamak serakah.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help