Berita Kabupaten Sikka Terkini

TPDI NTT Kembali Pertanyakan 1.000 Karung RB Sitaan Bea Cukai

Diamankannya 1.000 lebih karung pakaian bekas alis rombengan alias RB dari satu kapal kayu tanpa identitas dua pekan silam masih menyimpan misteri

TPDI NTT Kembali Pertanyakan 1.000 Karung RB Sitaan Bea Cukai
Dokumen Meridian untuk POS-KUPANG.COM
Koordinator TPDI-NTT, Meridian Dewanta Dado 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Diamankannya 1.000 lebih karung pakaian bekas alis rombengan alias RB dari satu kapal kayu tanpa identitas dua pekan silam masih menyimpan misteri siapa pemilik barang haram itu.

Kapal kayu ini karam di Pantai Nanghale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi NTT diduga diburu kapal patroli Bea dan Cukai Jakarta yang melakukan operasi ke wilayah Sikka.

"Bea dan Cukai masih terus tutup mulut tidak mempublikasikan penangkapan barang ilegal dan pemilik RB maka publik akan menduga-duga oknum aparat Bea dan Cukai sedang berkomplot untuk menskenariokan agar kasus ini tidak menjerat juragan RB," kata Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT, Meridian Dewanto Dado, S.H, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (10/10/2018) di Maumere.

Baca: KPU Mulai Sortir Logistik untuk PSU Pilbup TTS

Bukan rahasia umum lagi, kata Dado, bisnis pakaian bekas di Maumere diindikasikannya melibatkan pemodal besar di-backing oknum aparat dari instansi hukum. Karena itu, wajar apabila bisnis pakaian rombengan itu tetap berlangsung tanpa bisa tersentuh oleh hukum.

Baca: Nusron Sebut Aksi Massa Kawal Amien Rais Sebuah Tradisi Buruk

"Publik selalu bertanya-tanya mengapa puluhan ribu karung pakaian rombengan tetap bisa masuk ke wilayah kita dari tahun ke tahun dan tidak berhasil ditangkap aparat Bea dan Cukai," ujar Dado.

Dado akhirnya bisa memahami Transparency International Indonesia (TII) menempatkan Bea dan Cukai sebagai instansi terkorup bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia. Selama masih ada knum di Bea dan Cukai bermental korup dan jago kongkalikong,maka wajar penegakan hukum kepabeanan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help