Berita NTT Terkini

Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja, Pemprov NTT Target Tambah BLK

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menargetkan menambah Balai Latihan Kerja (BLK).

Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja, Pemprov NTT Target Tambah BLK
ISTIMEWA
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat sidak di UPT Pelatihan Tenaga Kerja (PTK), Rabu (3/10/2018). Nampak, Viktor memantau peserta pelatihan keterampilan menjahit. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menargetkan menambah Balai Latihan Kerja (BLK). Selama ini hanya ada satu BLK dan sudah direncanakan untuk diserahkan ke pemerintah pusat.

Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada acara dialog program strategi pembangunan NTT tahun 2018-2023. Acara ini berlangsung di Hotel Aston-Kupang, Rabu (10/10/2018).

Menurut Viktor, beberapa masalah yang menjadi perhatian pemerintah, salah satunya adalah soal tenaga kerja. Padahal, lanjutnya, lahan pertanian tidak dikelola maksimal, masalah air bersih, teknologi dan lainnya.

Baca: Membesuk Kanker Paru, Penyakit yang Merenggut Nyawa Istri Indro Warkop

"Hal pertama soal moratorium TKI, banyak mempertanyakan kepada saya soal hak-hak manusia dan devisa terkait buruh migran ini," kata Viktor.

Dijelaskannya, selama ini NTT selalu mengirim budak dan tidak mendapat hak-hak akibat karena tidak profesional, masalah bahasa dan keterampilan.

Baca: Blanko e-KTP Habis, Disdukcapil TTS Pinjam 1.000 Blanko dari Malaka

Dikatakan, dalam melakukan moratorium, pemerintah akan membenahi semua proses hingga menghasilkan tenaga kerja yang profesional.

"Bayangkan, seorang kita kirim di suatu negara tanpa persiapan, maka tentu akan membenahi TKI macam apa yang harus dikirim. Tentu salah satunya adalah keterampilan dan profesional," katanya.

Lebih lanjut, pasar yang terbuka saat ini dan salah satu yang dibutuhkan adalah perawat.
Viktor mengatakan, NTT harus mempunyai BLK yang harus banyak. Karena itu, pemerintah NTT ingin agar NTT harus memiliki banyak BLK.

"Perawat saat ini yang dominan dan salah satu negara yang mengirim perawat, yaitu Filipina. Karena itu, kita siapkan dengan baik dan mewujudkan mimpi pemerintahan ini agar NTT bangkit menuju sejahtera," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, apabila PJTKI mau terlibat, maka harus membangun TKI yang profesional bagi NTT.

"Jika mau dibayar kita bayar. Kita harus membangun dengan lompatan-lompatan hebat. Pembangunan harus inklusif dan siapapun boleh terlibat dalam pembangunan NTT," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help