Berita Ekonomi Bisnis

Tidak Naik, Harga BBM di Wilayah Terdampak Bencana NTB dan Sulteng

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU jenis Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar nonsubsidi

Tidak Naik, Harga BBM di Wilayah Terdampak Bencana NTB dan Sulteng
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Warga antre membeli bahan bakar minyak di salah satu SPBU di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pasca gempa dan tsunami, Rabu (3/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU jenis Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar nonsubsidi mulai Rabu (10/10/2018) pukul 11.00 WIB.

Kenaikan harga terjadi di semua provinsi. Di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat juga kena dampak kenaikan harga.

Namun, khusus daerah yang terdampak bencana seperti Lombok serta Palu, Donggala, dan sekitarnya yang masih pemulihan pasca gempa bumi dan tsunami, untuk sementara waktu harganya tidak ikut naik.

Baca: Kemendagri Serahkan Data Penduduk Belum Ikut JKN-KIS ke BPJS Kesehatan

"Sementara di wilayah tersebut tidak ada perubahan harga," ujar External Communication Manager PT Pertamina Persero Arya Dwi Paramita kepada Kompas.com, Rabu (10/102018).

Arya belum dapat memastikan kapan penyesuaian harga baru mulai berlaku di wilayah terdampak bencana.

Baca: Beda Pendapat, Satu Hakim Tinggi Menilai Fredrich Seharusnya Dihukum 10 Tahun Penjara

Saat ini yang terpenting bagaimana kondisi di Palu serta Lombok bisa pulih seperti sediakala. Adapun jenis BBM yang harganya naik yaitu Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar non-PSO.

Penyesuaian harga tersebut merupakan dampak harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik hingga tembus 80 dollar AS per barrel.

Arya memastikan BBM yang naik hanya jenis Pertamax dan biosolar nonsubsidi. Sementara BBM subsidi seperti Premiun, Biosolar subsidi, dan Pertlite harganya tidak naik.

Kisaran kenaikan harga setiap produk berbeda-beda, antara Rp 900-2.100. Kenaikan harga di setiap wilayah juga berbeda.

Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non-PSO Rp 9.800 per liter.

"Harga yang ditetapkan ini masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain," kata Arya.

Untuk melihat kenaikan harga yang ditetapkan di wilayah lainnya bisa dilihat i website resmi pertamina www.pertamina.com/id/news-room/announcem ent/. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help