Berita Kabupaten TTS

Polres TTS Berhasil Bekuk Perekrut dan Pengirim FS Ke Medan

Aparat Polres TTS dibawa pimpinan KBO Sat Reskrim, Ipda Aviandrie, Bripka Rudy Soik dan anggota Buser berhasil mengamankan tersangka

Polres TTS Berhasil Bekuk Perekrut dan Pengirim FS Ke Medan
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak tersangka kasus perdagangan manusia, PT dan DS (sedang jongkok) saat diamankan aparat Polres TTS 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE –- Aparat Polres TTS dibawa pimpinan KBO Sat Reskrim, Ipda Aviandrie, Bripka Rudy Soik dan anggota Buser berhasil mengamankan tersangka kasus perdagangan manusia berinisial DS dan PT, Selasa ( 9/10/2018) di kawasan Oesao.

DS diduga kuat berperan sebagai pengirim FS, korban perdagangan manusia asal Desa Mauleum, Kecamatan Amanuban Timur sedangkan PT peran sebagai perekrut korban. ‎

Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, DS, SIK yang dikonfirmasi pos kupang melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH. MH membenarkan penangkapan pelaku perdagangan manusia tersebut.

Jamari mengatakan, FS dibujuk oleh tersangka berinisial PT untuk dipekerjakan ke Malaysia. Dengan iming-iming gaji bagus, FS pun tergoda untuk bekerja di Malaysia.

Baca: KPU NTT Bimtek Pengadaan Logistik

Baca: Anjasmara dan Dian Nitami : Ada Benda Spiritual Sebagai Penunjang Hasmonis Keluarga, Yuk Simak!

FS yang masih polos, dibawa oleh oknum PT ke kupang dan diserahkan kepada DS di kupang. Bukanya mengurus kelengkapan dokumen FS agar bisa bekerja secara prosedural, DS justru membawa korban FS ke medan dan ditampung di sebuah rumah penampungan. Karena merasa tidak aman, korban FS bersama seorang teman lainnya berhasil kabur dari rumah penampungan tersebut.

" korban terbujuk rayuan oknum PT yang menjanjikan pekerjaan di Malaysia. Oknum PT memanfaat kepolosan korban untuk ditipu dan diserahkan kepada tersangka DS. DS lalu mengirim FS ke Medan untuk dipekerjakan di medan. Diduga hendak dijadikan pekerja seks komersial," ungkap Jamari.

Usai berhasil kabur dari rumah penampungan lanjut Jamari, FS bersama temannya memilih bersembunyi di sebuah Gereja Katolik di Kota Medan. Korban selama beberapa waktu tinggal digereja sebelum akhirnya dijemput Wakil Gubernur NTT, Josep Nai Soi guna dipulangkan kembali ke keluarga masing-masing.

" korban FS bersama dua orang korban lainnya asal NTT sudah dijemput oleh Wakil Gubernur NTT, Josep Nai Soi untuk dipulangkan kembali ke keluarga masing-masing. Sedangkan pelaku PT dan DS saat ini langsung ditahan di sel tahanan Polda NTT, " jelasnya.

Jamari menghimbau kepada masyarakat Kabupaten TTS untuk tidak muda terbujuk rayuan oknum-oknum tertentu untuk dipekerjakan ke luar negeri. Ia meminta kepada seluruh komponen, terutama orang tua untuk menjaga anak-anaknya dengan baik.

Pasalnya selama selama ini, beberapa korban perdagangan manusia, diketahui mendapat ijin dari orang tua saat keluar dari rumah. Oleh sebab itu, kita berharap para orang tua bisa belajar dari kasus-kasus perdagangan manusia sehingga bisa lebih menjaga anak-anaknya.(*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved