Berita NTT Terkini

PMII Kupang Gelar Aksi Massa Sikapi Perekonomian Indonesia

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang akan menggelar aksi masa dalam bentuk longmarch menyikapi keadaan ekonomi Indonesia

PMII Kupang Gelar Aksi Massa Sikapi Perekonomian Indonesia
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Suasana aksi masa PMII Kupang di Jalan Soeharto, Kota Kupang, Rabu (10/10/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang akan menggelar aksi masa dalam bentuk longmarch menyikapi keadaan ekonomi Indonesia, Rabu (10/10/2018) pagi.

Aksi masa dalam bentuk longmarch terrsebut dilaksanakan sekira pukul 11.00 Wita dari titik kumpul di Jalan Soeharto, Kota Kupang tepatnya di depan kantor Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Aksi masa diikuti oleh puluhan anggota PMII Kupang yang secara bergantian melakukan orasi terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang semakin menanjak naik diatas Rp 15 Ribu serta naiknya berbagai harga sembako di berbagai daerah di NTT.

Baca: Permukaan Aspal Jembatan Oesao Dibongkar, Ini Alasannya

Orasi menggunakan megaphone yang mengeluarkan bunyi cukup besar hingga menarik perhatian para pengendara kendaraan roda dua dan roda empat sepanjang Jalan Soeharto menuju Jalan El Tari Kupang hingga tiba di kantor DPRD NTT

Mereka juga membawa bendera organisasi dan bendera Merah Putih yang diikatkan pada sebuah kayu.

Baca: Muhaimin Iskandar Sampaikan Pidato Politik di Rakor Sinergisitas PKB

Mereka berbaris rapi dalam dua barisan dan nampak pada barisan depan masa aksi terbentang baliho berwarna putih bertuliskan "Rupiah Berdarah, Negeri Sibuk Pencitraan dan Hoax"

Terdapat juga poster yang dibawa yang bertuliskan Gerakan Peduli Produk Lokal, Save Rupiah dan Ganyang Dolar.

Aksi tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian Resort Kupang Kota dari titik awal aksi hingga sampai di depan gedung DPRD NTT.

Sampai berita ini ditulis, aksi masa tengah berlangsung. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help