Berita NTT

NTT Tidak Bangkit Kalau Terus Kirim TKI

soal moratorium TKI/buruh migran banyak pihak mempertanyakan kepadanya soal hak-hak manusia dan devisa terkait buruh migran.

NTT Tidak Bangkit Kalau Terus Kirim TKI
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Pertemuan dialog program-program strategis pembangunan NTT ‎di Hotel Aston, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG --- "Provinsi NTT tidak bisa bangkit kalau terus kirim TKI atau buruh migran ke luar negeri. Karena itu kita lakukan moratorium untuk membenahi semua dan baru akan mengirim manakala calon buruh migran itu sudah profesional serta memiliki kemampuan bahasa dengan negara yang akan menjadi tujuan penempatan TKI,".

Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika melakukan dialog program -program strategis Pembangunan NTT tahun 2018-2023.

Acara ini berlangsung di Hotel Aston, Jalan Timor Raya, Kota Kupang, Rabu (10/10/2018).

Baca: John Seo Sebut 97.771 TKI asal NTT di Malaysia

Acara ini dipandu Sekda NTT, Ben Polo Maing dihadiri, pimpinan DPRD dan sejumlah Anggota. Hadir pula ‎Wagub NTT,Josef Nae Soi dan para pimpinan OPD Lingkup Pemprov NTT.

Menurut Viktor, soal moratorium TKI/buruh migran dan banyak pihak yang mempertanyakan kepadanya soal hak-hak manusia dan devisa terkait buruh migran.

"Tetapi kita lihat bahwa‎ apa yang terjadi di NTT dan dengan catatan kita semua bahwa kita selalu mengirimkan buruh migram kita yang lebih tepat disebut budak. Kenapa seperti itu, karena mereka tidak profesional dalam profesinya maupun bahasa," kata Viktor.

Dijelaskan, selama ini NTT‎ selalu mengirim budak dan tidak mendapat hak-hak akibat karena tidak profesional dan bahasa, ketrampilan.

"Bayangkan, seorang dari Timor atau TTS misalnya kita kirim di Malaysia tentu akan menemui budaya yang berbeda. Sama juga kita baik seorang DPRD atau gubernur kalau masuk suatu negara dengan tidak dipersiapkan tentu harus ada penyesuaian," katanya.

Lebih lanjut, selama ini ditemukan buruh migran yang dikirim itu memiliki pemahaman terbas, bahasa terbatas, maupun skill.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved