Berita NTT Terkini

Elcid Li Sebut Perdagangan Manusia Belum Ditangani Secara Serius

Acara "Konferensi Komunitas Untuk Migrasi, Tenaga Kerja dan Perdagangan Orang" digelar di Aula Kominfo Provinsi NTT, Kota Kupang

Elcid Li Sebut Perdagangan Manusia Belum Ditangani Secara Serius
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Direktur Institute Research of Governance and Social Change (IRGSC), Elcid Li 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Acara "Konferensi Komunitas Untuk Migrasi, Tenaga Kerja dan Perdagangan Orang" digelar di Aula Kominfo Provinsi NTT, Kota Kupang, NTT, Selasa (9/10/2018).

Direktur Institute Research of Governance and Social Change (IRGSC), Elcid Li, dalam kesempatan itu mengatakan persoalan perdagangan manusia ini adalah serius tapi belum ditangani secara serius.

"Tidak bisa kita pungkiri, undang-undang yang kita miliki belum menjawab tuntas persoalan yang kita hadapi ini," ujarnya kepada wartawan, Senin (9/10/2018).

Baca: Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja, Pemprov NTT Target Tambah BLK

Elcid mengaku prihatin dengan para pekerja yang mencari penghidupan di luar negeri. Seharusnya, pemerintah membuat produk hukum yang jelas agar bisa melindungi mereka.

"Maksud saya adalah elemen negara seharusnya melindungi warga negaranya," tegasnya.

Baca: Membesuk Kanker Paru, Penyakit yang Merenggut Nyawa Istri Indro Warkop

Dia berharap, pihaknya bisa memberikan kontribusi terhadap fenomena ini.

Selain itu, imbuhnya, persoalan ilegal dan legal adalah soal administrasi.

"Kita temukan orang-orang yang mengurus ini sangat kesulitan. Kenapa orang yang mengurus DPT untuk urusan politik, sangat cepat? Mengapa tidak bisa lakukan itu untuk warga yang mengurus KTP, KK, dll?" tanyanya.

Dia merasa, peraturan dan hukum yang dibuat, lebih mementingkan 'orang besar' daripada 'orang kecil'.

Terkait modus perdagangan orang, Elcid mengatakan disebabkan banyak hal.

"Orang NTT dianggap penurut. Selain itu, mereka boleh dibayar dengan harga murah," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan terus berjuang agar persoalan perdagangan manusia ini bisa makin berkurang. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved