Berita Ekonomi Bisnis

Cerita Pengusaha Asal AS yang Pilih Berinvestasi di Indonesia

Wajih Malki, pengembang asal Amerika Serikat. Malki mewakili perusahaannya, EBD Paragon, yang berinvestasi di NTB

Cerita Pengusaha Asal AS yang Pilih Berinvestasi di Indonesia
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Wajih Malki (kanan), investor asal AS yang hadir dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali, Selasa (9/10/2018). Malki menceritakan alasannya memutuskan berinvestasi di Indonesia, khususnya sektor pariwisata di Mandalika. 

POS-KUPANG.COM | BADUNG - Di tengah gelaran Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, ada momen ketika para investor berdatangan untuk mengetahui perkembangan terkini serta menjalin relasi guna mencari potensi investasi baru mereka.

Ada di antara mereka yang merupakan investor baru maupun investor lama atau sudah pernah berinvestasi di Indonesia sebelumnya.

Salah satunya adalah Wajih Malki, pengembang asal Amerika Serikat. Malki mewakili perusahaannya, EBD Paragon, yang berinvestasi untuk pembangunan resort dan pengolahan air bersih di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca: Tiba di Sukabumi, Satu Keluarga Pengungsi Palu Dihadiahi Warung

Kepada wartawan, Malki menceritakan bagaimana awalnya dia memutuskan untuk investasi di Indonesia. Menurut Malki, pihaknya telah mengikuti perkembangan ekonomi Indonesia selama 15 tahun terakhir, dan terlihat sangat menjanjikan sebagai destinasi investasi, khususnya di sektor pariwisata.

"Kami melihat progress yang signifikan, Indonesia punya lingkungan kondusif untuk berinvestasi. Sayangnya, belum banyak orang yang tahu tentang potensi ini," kata Malki di Hotel Conrad, Selasa (9/10/2018).

Baca: 5 Perampok Nekad Beraksi, Pedagang Emas Kehilangan 7 Kg Dagangannya

Perusahaan Malki memiliki kantor cabang di Filipina yang salah satu tugasnya memberi laporan rutin dan studi tentang kelayakan Indonesia sebagai negara tujuan investasi.

Setelah mulai yakin, Malki sendiri langsung datang ke Indonesia dan melihat bagaimana kondisi di Mandalika. Alasannya, memilih Mandalika karena bisnis pariwisata saat ini sedang berkembang pesat, dan daerah tersebut dinilai potensial untuk menjadi kawasan layaknya Bali.

Malki pun bekerja sama dengan sejumlah BUMN dalam merealisasikan proyeknya di Mandalika, di antaranya PT PP (Persero), Indonesia Tourism Development Center (ITDC), serta PT Adhi Karya (Persero).

Menurut Malki, investasi di Mandalika dari pihaknya bukan yang terbesar. Namun, dia melihat untuk jangka panjang akan ada investasi lain yang berkelanjutan, dimulai dari pembangunan infrastruktur pariwisata seperti hotel hingga pengolahan air bersih di tempat seperti Mandalika.

"Kami memilih tempat, menghitung risikonya dan melihat pro kontranya, dan kami percaya Lombok akan berkembang. Ada banyak pulau di Indonesia yang ke depannya akan maju dan berkembang, tapi sekarang waktunya untuk Lombok," tutur Malki.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help