Berita Nasional Terkini

Barakuda Disiagakan untuk Amankan Aksi Massa Kawal Amien Rais di Polda Metro Jaya

Mobil barikade hingga barakuda terparkir di dekat pintu utama Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018).

Barakuda Disiagakan untuk Amankan Aksi Massa Kawal Amien Rais di Polda Metro Jaya
KOMPAS.com/Sherly Puspita
Mobil barikade hingga baracuda terpakir di dekat pintu utama Mapolda Metro Jaya pagi ini, Rabu (10/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Mobil barikade hingga barakuda terparkir di dekat pintu utama Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018).

Sejumlah peralatan taktis kepolisian telah tersusun rapi di depan halaman Polda Metro Jaya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, personel polisi hingga Brimob berbaris di depan Gedung Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk mengikuti apel pengamanan aksi pendukung Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Baca: Cerita Pengusaha Asal AS yang Pilih Berinvestasi di Indonesia

Adapun Amien akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar memimpin apel pagi yang dimulai pada pukul 08.15.

Baca: Tiba di Sukabumi, Satu Keluarga Pengungsi Palu Dihadiahi Warung

"Berhubungan dengan pemanggilan beliau, ada simpatisan yang akan mengantar beliau. Menurut info mereka akan datang dengan kekuatan 500 orang. Saat ini kegiatan sudah berjalan, diawali sengan shalat subuh di Masjid Al-Munawar," ujar Indra, Rabu.

"Kami akan mengamankan aksi ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," lanjutnya lagi.

Amien bersama calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, serta kader partai lainnya sempat bertemu Ratna Sarumpaet pada Selasa (2/10/2018). Hal inilah yang menjadi dasar pemanggilan Amien sebagai saksi.

Saat itu, Ratna mengaku dianiaya pada 21 September 2018 oleh sejumlah orang tak dikenal, di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Namun, pada Rabu (3/10/2018) sore, Ratna mengakui bahwa cerita penganiayaan yang dialaminya hanya bohong belaka. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved