Berita Nasional Terkini

5 Fakta Seputar Pemeriksaan Amien Rais di Polda Metro Jaya Hari Ini

Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya akan memeriksa Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Rabu (10/10/2018).

5 Fakta Seputar Pemeriksaan Amien Rais di Polda Metro Jaya Hari Ini
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, saat ditemui di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018) malam. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya akan memeriksa Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Rabu (10/10/2018).

Pemeriksaan ini merupakan rangkaian proses penyidikan kasus penyebaran berita bohong alias hoaks pengeroyokan aktivis Ratna Sarumpaet. Amien diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Rabu ini merupakan penjadwalan ulang pemanggilan Amien Rais setelah pada Jumat (5/10/2018), ia tak memenuhi panggilan polisi.

Baca: Aksi Massa Alumni 212 Kawal Amien Rais, Begini Kata Menko Polhukam, Wiranto

Kompas.com mencatat sejumlah fakta jelang pemeriksaan Amien Rais hari ini:

Tak penuhi panggilan pertama
Anggota Tim Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Surya Imam Wahyudi mengatakan, Amien tidak memenuhi panggilan pertama polisi karena polisi salah menuliskan nama Amien Rais, menjadi "Amin Rais" dalam surat pemanggilan.

Baca: Didampingi 300 Advokat, Amien Rais akan Memenuhi Panggilan Polisi Rabu Besok

Kesalahan penulisan nama juga terdapat dalam surat pemanggilan Amien yang kedua. Ia meminta kepolisian segera memperbaiki kesalahan penulisan nama ini.

Alasan diperiksa
Amien bersama calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, serta kader partai lainnya sempat bertemu Ratna Sarumpaet pada Selasa (2/10/2018). Hal inilah yang menjadi dasar pemanggilan Amien sebagai saksi.

Saat itu, Ratna mengaku dianiaya pada 21 September 2018 oleh sejumlah orang tak dikenal di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Namun, pada Rabu (3/10/2018) sore, Ratna mengakui bahwa cerita penganiayaan yang dialaminya adalah bohong belaka.

Kehadiran Amien dalam pertemuan 2 Oktober tersebut juga dibenarkan Kuasa Hukum Said Iqbal, Sahroni, saat menyambangi Polda Metro Jaya, Selasa (9/10/2018).

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help