Berita Kabupaten TTU

SMA Negeri Biboki Anleu Terapkan Budaya Literasi! Ini Tujuannya

SMA Negeri Biboki Anleu salah satu sekolah yang menerapkan budaya literasi untuk siswa-siswi di sekolah itu. Pihak sekolah mewajibkan

SMA Negeri Biboki Anleu Terapkan Budaya Literasi! Ini Tujuannya
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik SMA Negeri Biboki Anleu, Yosef M. Kobesi, S.Pd. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Biboki Anleu merupakan salah satu sekolah yang menerapkan budaya literasi untuk para siswa dan siswi di sekolah itu. Pihak sekolah mewajibkan para siswanya untuk membaca selama 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik SMA Negeri Biboki Anleu, Yosef M. Kobesi, S.Pd mengatakan hal itu kepada Pos Kupang saat bincang-bincang bersama di sekolah itu pada, Sabtu (6/10/2018) pagi.

Baca: Rp 30 Juta Lebih Dihimpun Polres Sikka untuk Korban Gempa Palu

Yosef mengatakan, program literasi yang dijalankan oleh SMA Negeri Biboki Anleu merupakan program unggulan yang diwajibkan kepada siswanya. Siswa diberikan waktu selama 15 menit untuk membaca apa saja di perpustakaan.

"Disini ada satu program yaitu program literasi. Progtam literasi itu sendiri adalah kegiatan membaca. Didalam kegiatan membaca setiap siswa diwajibkan apa saja yang dia dapat, dia baca, dan dia dengar," ungkapnya.

Setelah membaca, jelas Yosef, para siswa dapat mengaktualisasikan apa yang dibaca, didalam kehidupan sehari-hari terutama materi pembelajaran yang nantinya akan dikaitan dengan apa yang dibaca para siswa.

"Sehingga dengan program literasi ini, siswa semakin termotivasi untuk menambah wawasannya. Jangan karena kita di desa kemudian kita tidak membaca. Jadi kegiatan literasi ini membantu membuka pikiran siswa," katanya.

Yosef menjelaskan, kegiatan literasi yang dilakukan disekolahnya dimulai pada pagi hari tepat pada pukul 07:00 Wita selama 15 menit. Para siswa juga diminta untuk membaca pohon literasi hasil perpaduan gagasan yang dibuat siswa dengan apa yang mereka baca.

"Jadi 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai mereka disuru membaca di perpustakaan, atau buku cetak pegangan siswa, membaca pohon literasi. Dan kegiatan itu dilakukan secara terus menerus setiap pagi," ungkapnya.

Yosef menambahkan, setiap guru yamg bertugas mengajar pada jam pelajaran pertama, ditugaskan untuk selalu memberikan motivasi kepada para siswa dengan menanyakan apa yang dibaca siswa pada saat menjalankan program literasi itu.

Halaman
12
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved