Berita Kota Kupang Terkini

Keberadaan Imigran di Kota Kupang Dapat Memicu Masalah Sosial yang Tidak Diinginkan Ini

Erizman memberi catatan bahwa situasi ini sudah berjalan empat tahun. Untuk mempermudah pengawasan

Keberadaan Imigran di Kota Kupang Dapat Memicu Masalah Sosial yang Tidak Diinginkan Ini
POS KUPANG/EFLIN ROTE
Para imigran yang berasal dari Vietnam diamankan personel Dit Pol Air Polda NTT, Kamis (26/10/2017) malam. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Raja Erizman mengatakan, keberadaan imigran di Kota Kupang mendapat pengawasan dari intelijen Polda NTT. Saat ini terdapat 317 imigran dan pencari suaka asing berasal dari Afganistan, Bangladesh, Ethiopia, Myanmar, Pakistan dan Srilanka.

"Seluruh pengungsi dan pencari suaka di wilayah Kota Kupang di bawah pengawasan pihak Rudenim Kupang," kata Erizman, Selasa (2/10/2018).

"Sesuai Perpres RI No. 125 tahun 2016 semestinya menjadi tanggungjawab Pemda NTT menempatkan para pengungsi di lokasi penampungan khusus sebagaimana yang diatur dalam Perpres," tambahnya.

Erizman memberi catatan bahwa situasi ini sudah berjalan empat tahun. Untuk mempermudah pengawasan terhadap imigran, pihaknya berharap agar Pemda NTT dapat melaksanakan amanat Perpres RI No 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri.

"Polda berharap pemda melaksanakan sesuai amanat Perpres Nomor 125 sehingga kita lebih mudah mengawasi mereka," imbuh Erizman.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai tindak pidana atau kejahatan lain yang dibuat para imigran.

"Sepengetahuan saya belum ada (laporan tindak kriminal). Mungkin karena para imigran berada di rumah detensi," kata Jules saat dikonfirmasi Minggu (7/10/2018).

Memicu Kecemburuan Sosial

Keberadaan imigran di Kota Kupang dikhawatirkan menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar lokasi penampungan imigran.

Ketua Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Drs Yos E. Jelahut, M.Si mencemaskan Kota Kupang menjadi surga bagi imigran yang tidak bisa meneruskan perjalanan ke Australia.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help