Berita Kota Kupang Terkini

Imigran di NTT Dilarang Berjualan

Para imigran yang ditempatkan di tiga hotel dalam Kota Kupang dilarang berjualan.

Imigran di NTT Dilarang Berjualan
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, Jln. WJ. Lalamentik, Kota Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Para imigran yang ditempatkan di tiga hotel dalam Kota Kupang dilarang berjualan.

Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Keimigrasian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Erwin Wantania, sewaktu dimintai keterangan mengenai aktivitas para imigran.

"Imigran tidak boleh berjualan. Mereka tidak boleh kerja di sini," ujarnya, Senin (8/10/2018).

Baca: Erwin Wantania Tegaskan Pihak Hotel Belum Bisa Berikan Keterangan Tentang Para Imigran

Alasannya, lanjutnya, pihaknya belum menandatangani Konvensi Jenewa tentang Pengungsi dan Pencari Suaka. "Jadi hanya bisa ditampung. Tidak boleh kerja, apalagi jualan," katanya.

Untuk itu, kisahnya, ada beberapa imigran yang terpaksa dipanggil karena kedapatan berjualan. "Itu makanya, kemarin ada yang jualan, kami tarik. Itu tidak boleh," ceritanya.

Baca: Satgas Yonif 743/PSY Bersinergi dengan Masyarakat Perbatasan

Ditegaskan, para imigran hanya boleh makan, tidur dan belajar. Walaupun begitu, diakui bahwa kehidupan para imigran tidak sesederhana yang dibayangkan.

"Walau diberikan kenyamanan sebegitu rupa, tapi tentu mereka pun was-was. Jangan sampai tidak ada negara yang ingin menampung mereka," jelasnya.

Jadi, imbuh Erwin, kasus imigran butuh penanganan khusus. "Di satu sisi mereka adalah manusia, di sisi lain mereka cukup membebankan kita," katanya. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help