Berita Kota Kupang Terkini

Fotografer di Kota Kupang Bisa Hidup dari Jualan Barang Ini

Kecintaannya terhadap dunia fotografer, katanya, berawal dari hobi. Pada sore hari, dia sering jalan-jalan

Fotografer di Kota Kupang Bisa Hidup dari Jualan Barang Ini
POS KUPANG/WILI SUNI
Fotografer di Kota Kupang 

POS-KUPANG.COM- Fotografer yang beroperasi di Pantai Oesapa, Ari Wijayanto, kini bisa menghidupi diri dari jualan foto. Perkenalannya dengan dunia fotografer baru setahun.

Ari mengatakan, awalnya dia masuk grup Fotografer Suka-Suka dan dari situ dia mulai belajar foto.

"Hasilnya lumayan. Dihitung-hitung, penghasilan paling rendah Rp 300.000 sehari. Kalau hari libur bisa sampai Rp 500.000 sampai Rp 700.000," katanya saat ditemui di Pantai Oesapa, Jumat (28/9/2018).

Baca: Ternyata 3 Zodiak Ini Gampang Bahagia dengan Hal Sederhana!

Kecintaannya terhadap dunia fotografer, katanya, berawal dari hobi. Pada sore hari, dia sering jalan-jalan di Pantai Oesapa, dan memotret siapa saja yang ingin dipotret.

"Setelah cukup lama saya potret mereka, dan karena permintaan mereka juga selalu berdatangan, akhirnya saya mulai memasang harga," ungkapnya.

Ari menuturkan, sampai saat ini dirinya belum mendapatkan rintangan dalam perjalanan profesinya ini. Profesi yang ditekuninya justru mendatangkan kebahagiaan. "Karena saya lakukan dengan senang hati. Selain itu, kita pun banyak kenalan," tuturnya.

Pengalamannya di Pantai Oesapa tentu tidak semuanya baik. Sebagai fotografer, keindahan dan kebersihan lingkungan memainkan peranan penting untuk menarik minat orang-orang berkunjung.

Baca: Daebak! Tiket Ludes Dalam Hitungan Menit, Pihak Stadion Citi Field Minta BTS Gelar Konser 2 Hari

"Saya berharap pemerintah bisa memperhatikan kebersihan di pantai Oesapa. Dengan begitu, para pengunjung lebih nyaman," ujarnya.

Fotografer lainnya, Sheren Prizil memiliki kisah tersendiri mengenai dunia fotografi. Sheren kelahiran Manado, Provinsi Sulawesi Utara. "Saya sampai di Kota Kupang belum terlalu lama. Tanggal 5 September 2018," katanya.

Sheren mengatakan, tempat pertama yang dikunjungi bukanlah Kota Kupang tetapi Rote dan tinggal selama tiga minggu di sana. Rencananya sebelum pulang ke Manado, Sheren ingin pesiar dulu di Kota Kupang. "Saya diajak oleh kakak untuk jalan-jalan di Kota Kupang dan kebetulan dia seorang fotografer. Saya akhirnya belajar fotografi darinya," ujar Sheren.
Menurut Sheren, dari perkenalan tersebut, dirinya diajak untuk bergabung dengan Komunitas Fotografer Suka-Suka. Setelah bergaul dengan komunitas tersebut, ia akirnya berpikir untuk mencari pekerjaan di Kota Kupang, dan ia menjadi asisten fotografer dari kakaknya. Sheren mengaku dirinya mendapatkan honor dari setiap job yang mereka dapat.

Baca: Drama Korea My Only One Telah Tayang, Inilah 3 Alasan Kenapa Kalian Wajib Nonton Drakor ini!

Halaman
12
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help