Berita Flores Timur Terkini

Bersua dengan Bupati Anton, Masyarakat Watowiti Tolak Rencana Pengembangan 450 Unit Rumah

Masyarakat Watowiti Desa Tiwatobi Kecamatan Ile Mandiri Flores Timur bertemu dengan Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon

Bersua dengan Bupati Anton, Masyarakat Watowiti Tolak Rencana Pengembangan 450 Unit Rumah
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Romo Agustinus Iri, Pr 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Masyarakat Watowiti Desa Tiwatobi Kecamatan Ile Mandiri Flores Timur bertemu dengan Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon, Senin (8/10/2018).

Mereka menyampaikan sikap menolak rencana pembangunan 450 unit rumah di wilayah Desa Tiwatobi di sekitar Bandara Gewayan Tana Larantuka.

Ratusan rumah itu, sesuai informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM dari Romo Agustinus Iri, Pr yang mendampingi masyarakat, pengembang berasal dari Bali.

Baca: Dukung Asian Para Games, Grab Sediakan 500 Kendaraan untuk Penyandang Disabilitas

Romo Gusti mengungkapkan masyarakat menolak karena urusan jual beli lahan belum tuntas dari kesepakatan jual beli Rp. 1,7 Miliar.

"Yang baru dibayar itu hanya Rp.50 juta dan pengembang sudah mulai gusur di lokasi," kata Romo Gusti.

Baca: Raih Medali Perak, Begini Perasaan Sufyan Saori

Beberapa alasan penolakan masyarakat, kata Romo Gusti lahan yang hendak dibuat rumah itu lahan produktif untuk pertanian.

Yang kedua, sosialisasi kepada masyarakat suku belum ada sehingga sebagian besar masyarakat keberatan. Apalagi pemilik di kompleks itu rata-rata pendatang.

"Mereka bilang tidak ada orang setempat yang akan tinggal di perumahan itu. Perumahan itu bukan untuk masyarakat," kata Romo Gusti.

Romo Gusti usai bertemu bupati Anton dengan beberapa perwakilan masyarakat di rumah jabatan bupati mengatakan pertemuan dengan bupati hanya menyampaikan aspirasi masyarakat.

"Jika nanti masyarakat menyetujui pembangunan silahkan. Kalau tidak, yah pemerintah harus membantu masyarakat," kata Romo Gusti.

Romo Gusti optimis persoalan itu akan dapat diselesaikan tergantun kemauan masyarakat Watowiti. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help