Berita Kabupaten Sikka Terkini

Ternyata Buka Portal di Pasar Alok Penuhi Janji Kampanye

Agenda rapat paripurna DPRD Sikka di Pulau Flores, Jumat (5/10/2018) malam mendengarkan jawaban pemerintah atas pemandangan fraksi-fraksi

Ternyata Buka Portal di Pasar Alok Penuhi Janji Kampanye
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Siflan Angi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Agenda rapat paripurna DPRD Sikka di Pulau Flores, Provinsi NTT, Jumat (5/10/2018) malam mendengarkan jawaban pemerintah atas pemandangan fraksi-fraksi atas pembukaan KUA PPAS Perubahan TA 2018 menjadi canda tawa.

Kejadiannya bermula ketika Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga menyampaikan jawaban pemerintah atas pertanyaan Fraksi Partai Nasdem tentang dibukanya portal di pintu masuk Pasar Alok.

"Pak Wabup (Romanus) menyatakan dibukanya portal untuk penuhi janji kampanye Pilkada. Pemerintah akan evaluasi lagi. Jawaban ini yang membuat teman-teman anggota dewan tertawa," ujar Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Sikka, Siflan Angi, kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (6/10/2018) di Maumere.

Baca: Lansia Beri Kontribusi Bloro Raih Predikat Desa Terbaik Transparansi dan Akuntabilitas Publik

Ia mengatakan pemasangan portal di pintu masuk Pasar Alok semata-mata menertibkan pungutan parkir kendaraan. Meski sebenarnya pungutan parkir itu lebih tepat dilakukan di tempat parkir.

Baca: Siswa SMP Katolik Andaluri Waingapu Dapat Ilmu Tentang Gempa dan Tsunami

Menurut Siflan, lebih urgen bagi pemerintahan sekarang menata kembali pemanfaatan ruang di dalam pasar, sehingga semua penjual mendapat tempat yang layak. Sampah, air bersih dan semua aspek teekait dengan pasar menciptakan daya teriak lebih besar kepada konsumen.

"Portal sudah bagus, pendapatan dari parkir sangat tinggi. Kalau dijalani konsekwen bisa dapat Rp 1 miliar lebih setahun. Sehari lebih dari Rp 1 juta. Kalau hari pasar (Selasa atau hari ramai, Minggu) tembus Rp 3 jutaan. Kenapa diabaikan? Kondisinya sekarang motor tidak bayar parkir. Kalau hanya untuk penuhi janji kampanye.Ini kan celaka," tandas Siflan.

Laporan yang diperolehnya, kata Siflan, seminggu sejak dibuka portal, pendapatan parkir Rp 1,1 juta/minggu.

"Kita ini berusaha supaya pendapatan makin tinggi dan bisa ditertibkkan lagi lebih banyak, pemerintah maunya berkurang pendapatan ini," tandas Siflan.

Bahkan pembahasan DPRD Sikka tahun lalu, kata Siflan menyetujui pengadaan portal elektrik mengamankan pungutan kendaraan roda dua dan empat masuk ke pasar.

"Nanti modelnya seperti di pintu masuk dan keluar bandara. Kok kita mundur lagi. Saya sepakat kalau mereka benahi dulu tata kelola penggunaan ruang di dalam pasar," imbuh Siflan. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved