Berita Internasional

Hasil Penelitian: Foto "Selfie" Sudah Renggut Lebih dari 250 Nyawa Sejak 2011, India Tertinggi

Demi eksistensi di dunia maya, banyak orang yang rela melakukan berbagai cara untuk mendapat perhatian dari kalangan luas

Hasil Penelitian: Foto
Dok. Hugo Gonçalves
Hugo Gonçalves melakukan selfie ekstrem di gunung Pedra da Gavea, Brasil. 

POS-KUPANG.COM - Demi eksistensi di dunia maya, banyak orang yang rela melakukan berbagai cara untuk mendapat perhatian dari kalangan luas. Segala hal diupayakan meski harus mengorbankan kenyamanan bahkan keselamatan.

Misalnya, melakukan swafoto atau selfie di tempat-tempat berbahaya. Sebagian orang menyingkirkan rasa takutnya demi mendapatkan hasil foto yang sempurna untuk diunggah di berbagai platform media sosial.

Like, comment, subscribe, dan share menjadi tujuan utama mereka, melebihi keselamatan diri. Padahal hal itu bisa saja menjadi kegiatan terakhir yang justru mengantarkan mereka pada kematian.

Dilansir dari Washington Post, sebuah penelitian dari India yang dimuat di "Journal of Family Medicine and Primary Care" menyebut bahwa 259 orang dilaporkan tewas akibat melakukan selfie berbahaya.

Angka ini didapat dari kumpulan berita selama enam tahun sejak Oktober 2011 hingga November 2017.

Penulis utama penelitian itu, Agam Bansal menyebut, kematian akibat swafoto sudah menjadi masalah kesehatan publik yang besar.

Dari berbagai kasus swafoto maut yang terjadi, 85 persen korban berasal dari kalangan muda, 10-30 tahun.

Hugo Gonçalves melakukan selfie ekstrem di gunung Pedra da Gavea, Brasil.
Hugo Gonçalves melakukan selfie ekstrem di gunung Pedra da Gavea, Brasil. (Dok. Hugo Gonçalves)

Penyebab kematian beragam. Ada yang tenggelam saat berfoto di daerah perairan, terpeleset dari tebing atau air terjun, tertabrak kereta saat berfoto di rel, diamuk binatang buas, dan sebagainya.

Bansal menyebut, hal seperti ini tidak dapat diterima nalar hanya demi mendapatkan hasil foto maksimal untuk dijadikan konten unggahan di media sosial.

Angka kematian akibat swafoto tertinggi tercatat ada di negara India. Namun, berbagai laporan menunjukkan kasus serupa juga terjadi di berbagai negara lainnya, seperti Rusia, Amerika, dan Pakistan.

Untuk mengatasi masalah itu, Bansal menyebut salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan membuat zona terlarang untuk selfie di area-area tertentu. Misalnya di atap sebuah gedung bertingkat, puncak gunung, atau wilayah perairan.

Tiga tahun yang lalu, Rusia mengeluarkan kampanye "Safe Selfie" yang mengusung slogan, "Jutaan like di media sosial tidak sebanding dengan keselamatan dan kehidupanmu".

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hasil Penelitian: "Selfie" Renggut Lebih dari 250 Nyawa Sejak 2011", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/10/04/144704120/hasil-penelitian-selfie-renggut-lebih-dari-250-nyawa-sejak-2011.
Penulis : Luthfia Ayu Azanella
Editor : Bayu Galih

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help