Berita Kota Kupang Terkini

Seisi Rumah Dilalap Api Nyalamerta, Ina Laiskodat Rugi Rp 150 Juta

Rumah milik Ina Laiskodat, isteri seorang pendeta, warga Jalan Silip RT 20/RW 09 Kelurahan Naioni, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT terbakar

Seisi Rumah Dilalap Api Nyalamerta, Ina Laiskodat Rugi Rp 150 Juta
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Rumah milik Ina Laiskodat di Jalan Silip RT.20/RW.09 Kelurahan Naioni Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT yang terbakar pada Rabu (3/10/2018) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Rumah milik Ina Laiskodat, isteri seorang pendeta, warga Jalan Silip RT 20/RW 09 Kelurahan Naioni, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT terbakar pada Rabu (3/10/2018) siang.

Rumah tembok bercat hijau itu dilalap jago merah saat seluruh penghuninya sedang tidak berada di rumah. Berdasarkan keterangan beberapa tetangga, saat kejadian kebakaran, semua penghuni rumah sedang melakukan aktivitas di luar rumah.

Kepada POS-KUPANG.COM pada Rabu (3/10/2018), Komandan Regu II Satuan Tugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang Jibrail K Ndun, mengungkapkan, meski api berhasil dipadamkan setelah lebih dari dua jam, namun seluruh perabotan dan isi rumah tidak dapat diselamatkan.

Baca: Masyarakat Senang Jalan ke Biudukfoho Sudah Mulus

Ia menjelaskan, berdasarkan kroscek penyelidikan timnya, sumber api sendiri berasal dari ilalang pada lahan kosong di belakang rumah yang terbakar. Akibat angin barat yang bertiup kencang, api kemudian merambat cepat ke bangunan rumah. Mula-mula membakar dapur di belakang rumah induk, lalu melalap juga bangunan rumah induk yang permanen.

Baca: Gempa 5,4 SR Goyang Sumba, Warga Kota Waingapu Teriak dan Berhamburan Keluar Rumah

"Kita dapat informasi dari masyarakat setempat bahwa terjadi kebakaran di kelurahan Naioni, jadi kita langsung ke TKP. Setelah kita kroscek sebab kebakaran, kita kenal dengan nyalamerta. Ada pembakaran lahan di belakang rumah, dan saat itu ada angin laut yang kencang maka api dengan cepat merambat ke dapur dan rumah utama," ungkap Jibrail.

Lebih lanjut Jibrail menjelaskan, meski rumah tetap berdiri namub atap dan semua perabot dalam rumah permanen berukuran 8m x 18m itu habis terbakar.  "Kita coba taksasi kerugiannya, itu mencapai angka Rp 150 juta," ungkap Jibrail.

Jibrail menjelaskan timnya menerima laporan kebakaran dari warga Naioni pada pukul 12.15 Wita. Tim diberangkatkan dengan lima armada dan 13 personil. Pada pukul 12.50 Wita, tim Damkar tiba di lokasi dan mulai melakukan proses pemadaman lima menit kemudian. Proses pemadaman berakhir pada pukul 14.20 Wita atau setelah 85 menit pemadaman.

"Pada saat terbakar rumah dalam keadaan kosong, sehingga kita tidak bisa banyak menolong, apalagi jarak markas kita dengan TKP juga cukup jauh. Respon time kita 25 menit," jelasnya.

Setelah kejadian tampak banyak warga yang datang untuk melihat kondisi rumah yang terbakar itu. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved