Berita Kupang

Mahasiswa UKAW Kupang Budidaya Hortikultura di Lokasi KKN

Mahasiswa UKAW Kupang yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Benlutu, Kabupaten Tengah Selatan membudidaya tanaman hortikultura.

Mahasiswa UKAW Kupang Budidaya Hortikultura di Lokasi KKN
ISTIMEWA
Mahasiswa UKAW Kupang bersama dosen pendamping, Marten L. Lano, STP, MP (jaket hitam) dan Ir. Jemmy JS Dethan, MP (paling kanan) saat berada di lokasi KKN, Desa Benlutu, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Benlutu, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) membudidaya tanaman hortikultura.

Program KKN Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) tematik pengembangan tanaman hortikultura dilaksanakan 27 mahasiswa yang berasal dari 8 program studi.

Kegiatan KKN-PPM diinisiasi dua dosen Fakultas Pertanian UKAW Kupang, Marten L. Lano, STP, MP dan Ir. Jemmy JS Dethan, MP. Bertindak sebagai pembina, Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UKAW Kupang, Hendrik Ndolu, SH, MHum.

Budidaya tanaman holtikultura oleh mahasiswa KKN di Oenunu Dusun Lalib, Desa Benlutu Kabupaten Timor Tengah Selatan
Budidaya tanaman hortikultura oleh mahasiswa KKN di Oenunu Dusun Lalib, Desa Benlutu Kabupaten Timor Tengah Selatan (ISTIMEWA)

Jemmy Dethan mengatakan, KKN-PPM dilaksanakan selama 10 Juli hingga 5 September 2018, didukung DRPM Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi.

Menurutnya, kegiatan pengembangan tanaman hortikultura dilakukan di Oenunu Dusun Lalib pada lahan seluas 1,7 hektar dengan melibatkan Kelompok Tani (Poktan) Nekamese II dan masyarakat sekitar.

"Berbagai komoditi tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, kol, bawang tuk-tuk, aneka sawi-sawian dan selada dalam jumlah ribuan tanaman dikembangan sebagai komoditi yang memiliki prospek pasar yang baik," ujar Jemmy Dethan di Kupang, Senin (1/10/2018).

Koordinator kegiatan KKN-PPM, Marthen Lano menambahkan, masalah dalam pengembangan tanaman sayur-sayuran di Oenunu, Dusun Lalib adalah terbatasnya ketersediaan air.

Mahasiswa KKN budidaya sayur-sayuran di Oenunu Dusun Lalib, Desa Benlutu Kabupaten Timor Tengah Selatan
Mahasiswa KKN budidaya sayur-sayuran di Oenunu Dusun Lalib, Desa Benlutu Kabupaten Timor Tengah Selatan (ISTIMEWA)

Untuk mengatasinya, lanjut Marthen Lano, mahasiswa KKN-PPM bersama anggota Poktan Nekamese II mengembangkan sarana irigasi berupa saluran tertutup dengan pipa HDPE dari sumber air terletak di bawah lahan menggunakan pompa hidram (hidraulik ram automatic).

"Air yang terpompa ditampung dalam reservoir dengan kapasitas 4.600 liter, kemudian disalurkan ke lahan menggunakan selang," jelasnya.

Selain kepada Poktan Nekamese II, pelatihan budidaya tanaman hortikultura juga diberikan pada kelompok tani yang lain, yaitu Poktan Harapan, Poktan Kolton, Poktan Noelbaun, Poktan Lavender dan Hekoel.

Kegiatan pelatihan dan demonstrasi berkaitan pengembangan tanaman hortikultura bagi Poktan Nekamese II yang dilakukan dosen dan mahasiswa KKN-PPM, di antaranya pembuatan pupuk bokhasi cair, pembibitan, pemulsaan, ajiran dan pengendalian hama hayati. Transfer ilmu pengetahuan itu bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat tani.

Mahasiswa KKN melakukan pertemuan di balai Desa Benlutu
Mahasiswa KKN melakukan pertemuan di balai Desa Benlutu (ISTIMEWA)

Marthen Lano mengatakan, dampak yang diharapkan adalah peningkatan pendapatan petani, peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya tanaman sayur-sayuran dan pemanfaatan air seefisien mungkin.

KKN-PPM pengembangan tanaman hortikultura juga didukung Pemerintahan Desa Benlutu. Program ini diapresiasi Camat Batu Putih, Drs. Agustinus FM Mallo, dibuktikan dengan selalu berkunjung ke lokasi demplot di Oenunu.

Dukungan juga diberikan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT melalui Bidang Pengembangan Hortikultura dan Seksi Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan serta Dinas Ketahananan Pangan Kabupaten TTS. Wujud dukungannya, yakni membantu bibit sayur-sayuran. (*)

Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved