Berita Ekonomi Bisnis

Jelang Penutupan GATF, Animo Masyarakat Kota Kupang Masih Tinggi

Pelaksanaan GATF fase 2 tahun 2018 diperkirakan bisa mencapai target karena animo masyarkat masih tinggi jelang penutupan

Jelang Penutupan GATF, Animo Masyarakat Kota Kupang Masih Tinggi
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Masyarakat masih memadati travel agent yang menjual tiket pada pelaksanaan GATF fase II tahun 2018 di Lippo Plaza Kupang, Minggu (30/9/2018) malam

laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Animo masyarakat untuk mendapatkan tiket murah pada pelaksanaan kegiatan Garuda Indonesia Travel Fair (FATF) Fase II Tahun 2018 masih tinggi, padahal waktu penutupan hanya tersisa satu jam lagi pada MInggu (30/9/2018).

General Manager Garuda Indonesia Kupang, Yudi M Fulkan, yang dikonfirmasi Minggu (30/9/2018) malam mengatakan, target penjualan tiket dalam GATF Fase II Tahun 2018 ini sebesar Rp 2,3 miliar.

Masyarakat masih memadati kegiatan GATF fase II tahun 2018 di Lippo Plaza Kupang, Minggu (30/9/2018) malam
Masyarakat masih memadati kegiatan GATF fase II tahun 2018 di Lippo Plaza Kupang, Minggu (30/9/2018) malam (POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO)

"Masih ada satu jam lagi, mudah-mudahan bisa mencapai target," ujarnya.
Yudi menjelaskan, penjualan tiket terbanyak rute domestik, sedangkan rute internasional sekitar Rp 200 juta.

Selain penjualan tiket, lanjut Yudi, dalam pelaksanaan GATF Fase II Tahun 2018 ini juga ada penjualan paket perjalanan.

Baca: 11 Drama Korea Bergenre Komedi ini Cocok Ditonton Saat Kamu Alami Hari yang Buruk!

Baca: BI Perwakilan NTT Rencana Tambah Dua Kas Titipan di Sabu Dan Labuan Bajo

"Yang beli paket perjalanan juga ada, tapi tidak banyak," ujarnya.
Yudi menambahkan, pelaksanaan GATF dinilai sukses karena tujuan pelaksanaannya tidak hanya sales, tapi ada tujuan lainnya.

"GATF ini juga sebagai brand awaraness, juga edukasi travelling dan value product dari Garuda Indonesia," katanya

Melalui GATF ini, demikian Yudi, maka saatnya pelanggan mendapatkan produk berkualitas untuk penerbangan, terutama untuk periode peak season, misalnya Natal, tahun baru, liburan sekolah dan Idul Fitri.

Yudi mengatakan, seharusnya Kementerian Perhubungan memberikan perbedaan nilai untuk tarif batas atas dengan penerbangan murah. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved