Berita Lembata

Gubernur Sebut Bukit Cinta Seperti Surga

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sangat berkesan akan kemolekan Bukit Cinta di Kabupaten Lembata. Ia menyebut destinasi

Gubernur Sebut Bukit Cinta Seperti Surga
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat saat tiba di Bukit Cinta, Sabtu (29/9/2018) sore. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sangat berkesan akan kemolekan Bukit Cinta di Kabupaten Lembata. Ia menyebut destinasi wisata itu sebagai surga bagi wisatawan yang hendak menikmati keindahan alam daerah ini.

"Daerah lain mungkin punya destinasi wisata unggulan. Tapi bila berada di Bukit Cinta Lembata, kita seakan sedang berada di surga karena pesona alam ini sangat indah, Kemolekan Bukit Cinta sungguh luar biasa," puji Gubernur Viktor berulang kali.

Apa yang diungkapkan Gubernur Viktor itu saat ia memberikan sambutan ketika menutup Festival 3 Gunung di Kabupaten Lembata, Sabtu (29/9/2018). Acara penutupan itu berlangsung sangat meriah karena dihadiri pula oleh wisatawan dan sejumlah pejabat dari luar Lembata, termasuk dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) dan Kabupaten Alor juga mengirimkan utusannya ke Lembata untuk hadir dan ikut ambil bagian dalam festival terhebat tahun 2018 ini. Saat itu, kontingan dari Alor tampil dengan pakaian yang terbuat dari kulit kayu juga pakaian dari kulit batang pisang.

Di hadapan para tamu dan undangan serta ribuan masyarakat yang memadati Bukit Cinta, Gubernur Viktor juga memuji Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, yang mampu menghadirkan destinasi itu di luar ekspektasi kebanyakan orang. Ia menyebut Bukit Cinta sebagai penjelmaan dari imajinasi yang luar biasa dari Bupati Sunur.

"Kita di NTT ini membutuhkan pemimpin seperti ini. Pemimpin yang mampu melakukan hal-hal baru, pemimpin yang punya imajinasi tinggi untuk memacu kemajuan suatu daerah. Saya berharap seluruh masyarakat Lembata mendukung pemerintah untuk memajukan sektor pariwisata," ujar Gubernur Viktor.

Dikatakannya, baru-baru ini para pemimpin dunia sudah membuat keputusan yang menempatkan pariwisata sebagai program unggulan masa depan. Pertimbangannya, hanya bidang pariwisata yang memacu kemajuan setiap daerah, setiap negara tanpa merusak alam dan budaya setempat.

Bila di Kabupaten Lembata, lanjut Gubernur Viktor, pemerintah dibawah kepemimpinan Bupati Sunur dan Wakil Bupati, Thomas Ola Langoday, telah menjadikan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan daerah, maka itu sudah tepat. Itu searah dengan keputusan pemimpin-pemimpin negara di dunia, termasuk Indonesia.

Di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lanjut dia, pihaknya juga telah menjadikan pariwisata sebagai salah satu program unggulan dalam memajukan masyarakat dan daerah ini. Melalui pariwisata, pihaknya optimis akan mampu menumbuhkan ekonomi kreatif yang lahir dari pikiran-pikiran kreatif masyarakat.

"Lembata sudah benar menjadikan pariwisata sebagai leading sektor bagi kemajuan daerah ini. Sebab yang dilakukan pemerintah Lembata itu sesuai dengan arah kebijakan pemerintah propinsi, kebijakan pemerintah pusat bahkan kebijakan pemimpin-pemimpin negara di dunia. Jadi kita sudah satu arah, satu komitmen untuk membangkitan kemajuan daerah dari sektor ini," tandas Gubernur Viktor.

Pada bagian lain, Gubernur Viktor juga menyentil soal sampah yang masih dianggap biasa oleh masyarakat. Sampah masih dibuang sesuka hati, dibuang tidak pada tempatnya, padahal perbuatan itu bisa menimbulkan akibat yang lebih buruk.

"Seperti halnya di Bukit Cinta ini. Saya harap s
dibuang sesuka hati. Masyarakat harus pahami ini, karena Bukit Cinta merupakan tempat wisata. Yang namanya tempat wisata itu harus indah, karena itu juga menjadi daya taris tersendiri bagi wisatawan," ujarnya.

Ke depan, lanjut Gubernur Viktor, Pemerintah Kabupaten Lembata perlu membuat peraturan daerah tentang sampah. Melalui peraturan daerah itu, pemerintah bisa mengubah kebiasaan masyarakat yang suka membuang sampah di sembarang tempat. Melalui peraturan daerah itu pula ada sanksi bagi yang membuang sampah sesuka hati. (*)


Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved