Berita Kabupaten Lembata

Pengusaha Hentikan Pasokan dan Bima, Bawang Merah Melimpah di Lembata

Volume bawang merah Lembata yang kini membanjiri pasar di Lewoleba, mengakibatkan pasokan bawang merah dari Bima

Pengusaha Hentikan Pasokan dan Bima,  Bawang Merah Melimpah di Lembata
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Petani sedang memanen bawang merah di Lembata. 

 Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Volume bawang merah Lembata yang kini membanjiri pasar di Lewoleba, mengakibatkan pasokan bawang merah dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terhenti total. Pengusaha terpaksa menghentikan pasokan bawang merah dari Bima, karena stok komoditas tersebut, melimpah di daerah ini.

Adalah Rudi Ismail yang mengungkapkan hal itu, ketika ditemui Pos Kupang.Com di Lewoleba, Jumat (27/9/2018) siang. Rudi merupakan salah satu pemasok bawang merah yang selama ini mendatangkan komoditas tersebut dari NTB ke Lewoleba, Lembata.

"Sekarang ini tidak ada lagi pengusaha yang berani memasok bawang merah dari Bima, karena Lembata juga sudah mulai memproduksi komoditi tersebut. Ini merupakan terobosan baru karena baru pertama kali Lembata memproduksi sendiri bawang merah," ujar Rudi.

Dikatakannya, dulu pengusaha bawang merah meraih keuntungan berlipat-lipat karena harga bawang merah di Lembata relatif mahal. Kalau ada pesta, misalnya, harga bawang merah bisa mencapai Rp 75.000 per kg. Fakta itu terjadi sekitar tahun 2013 silam. Dan bila hari raya keagamaan, bawang merah dijual seharga Rp 40.000 - Rp 50.000 per kg.

Tapi sekarang, lanjut Rudi, harga bawang di Lembata melorot drastis. Harga yang dijual pedagang di pasar-pasar hanya berkisan antara Rp 10.000 - Rp 12.500 per kg. Harga ini merupakan yang paling murah dalam 19 tahun terakhir terhitung otonomi daerah tahun 1999 silam.

Lantaran tak ada lagi pengusaha yang memasok bawang dari Bima ke Lembata, kata Rudi, maka terhitung tahun 2018 ini, kran pasokan bawang dari luar daerah terhenti total. Yang ada di Lembata saat ini, adalah bawang merah yang diproduksi sendiri petani Lembata.

"Bagi saya, ini sebuah kemajuan bidang pertanian yang terjadi di Lembata. Sebab, selama belasan tahun saya hidup di Lembata, baru kali ini Lembata memproduksi sendiri bawang merah. Baru kali ini juga harga bawang merah paling murah di daerah ini," ujar Rudi. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved