Berita Lembata

Polisi Dalami Kasus Kebakaran Hutan di Lembata

Aparat Polres Lembata mendalami kasus kebakaran hutan di Kabupaten Lembata. Salah satu kasus yang didalami penyidik kebakaran hutan

Polisi Dalami Kasus Kebakaran Hutan di Lembata
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Aparat Pol PP Lembata saat memadamkan api di sekitar Bukit Cinta, Minggu (16/9/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Aparat Polres Lembata kini sedang mendalami kasus kebakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Lembata. Salah satu kasus yang sedang didalami penyidik adalah kebakaran hutan di Deaa Tapobaran, Kecamatan Lebatukan.

Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui Kasat Reskrim, Iptu Yohanis Wila Mira membenarkan adanya pendalaman kasus tersebut, ketika dihubungi Pos Kupang.Com melalui telepon selulernya, Selasa (25/9/2018) petang.

Baca: Ratusan Truk Setiap Pagi Antre di SPBU

Baca: Warga Kota Kupang Ditemukan Tewas di Pantai Lia Opo Mauponggo-Nagekeo

"Saat ini kami sedang mendalami kasus kebakaran hutan di Desa Tapobaran. Langkah ini kami lakukan karena kasus itu selalu terjadi dari waktu ke waktu," ujar Kasat Yohanis.

Dalam kasus tersebut, lanjut Yohanis, ada warga, namanya Anton Ati, mengadu ke polisi. Dalam pengaduannya, Anton menuturkan kebunnya dilahap si jago merah pada pekan kedua September 2018 lalu. Dalam kejadian tersebut banyak tanaman ludes dilahap api.

Bahkan kobaran api pada siang itu, lanjut dia, merambat jauh sampai area hutan. Kejadian tersebut menimbulkan kerugian yang cukup besar, tidak hanya pada masyarakat tapi juga lahan hutan di wilayah tersebut

Lantaran kasus semacam itu terjadi dari waktu ke waktu, maka polisi terpaksa mengambil langkah-langkah hukum. Upaya yang dilakukan adalah memanggil dan memeriksa oknum yang diduga sebagai pelaku pembakaran hutan tersebut.

Dalam kasus tersebut, katanya, polisi telah mengambil keterangan beberapa oknum yang diduga sebagai pelaku. Keterangannya telah diberkaskan. Sekarang polisi sedang menanti petugas dari dinas kehutanan untuk memberikan keterangan mengenai titik koordinat area hutan di kawasan tersebut.

"Kalau data tentang titik koordinat itu sudah ada, maka polisi akan segera menetapkan tersangka dalam kasus kebakaran hutan itu," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved