Berita NTT

DPRD NTT Soroti Sistem Pelayanan di RSU Prof WZ Johannes Kupang

Komisi V DPRD NTT menyoroti sistem pelayanan di BLUD RSU Prof. W.Z. Johannes Kupang. Pelayanan di rumah sakit ini perlu diperbaiki.‎‎

DPRD NTT Soroti Sistem Pelayanan di RSU Prof WZ Johannes Kupang
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Juru Bicara Komisi V DPRD NTT Aulora Agrava Modok, S.Sos.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM /KUPANG --- Komisi V DPRD NTT menyoroti sistem pelayanan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSU Prof. W.Z. Johannes Kupang. Pelayanan di rumah sakit ini perlu diperbaiki.‎‎

Hal ini disampaikan Juru Bicara Komisi V DPRD NTT, Aulora Agrava Modok, S.Sos dalam Rapat Paripurna DPRD NTT, Rabu (26/9/2018).

Baca: Kapolres Sebut, Persoalan Judi di TTU Tidak Bisa Dicegah dari Aspek Penegakan Hukum Saja

Rapat ini dipimpin Wakil Ketua DPRD NTT, Gabriel Beri Binna. Hadir Sekda NTT, Ben Polo Maing dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov NTT.
Rapat dengan agenda penyampaian pembahasan komisi-komisi terhadap Rancangan Perubahan APBD ‎ NTT tahun 2018.

Menurut Aulora, setelah membahas bersama mitra BLUD RSU Prof.WZ. Johannes Kupang, maka Komisi V DPRD NTT merekomendasikan agar adanya perbaikan sistem pelayanan masyarakat melalui perbaikan manajemen pelayanan. "Selain itu, perlu ada penambahan mobil ambulance untuk pelayanan di rumah sakit itu," kata Aulora.

Dia mengatakan, selain perbaikan sistem pelayanan, pihaknya juga meminta perhatian terhadap sarana mobil ambulance dan pengadaan bahan habis pakai hemodialisa /cuci darah.

"Begitu juga dengan pengadaan obat-obatan terutama obat bagi kemo dan lainnya yang perlu diakomodir melalui anggaran BLUD," katanya.

Lebih lanjut, dikatakan, Komisi V DPRD NTT mendukung realisasi dana manajemen Rp 1,3 miliar untuk peningkatan kinerja pelayanan RSUD Prof. WZ.Johannes Kupang sehingga tidak menjadi Sisa Lebih Hasil Perhitungan Anggaran (Silpa) berulang-ulang dengan tetap memperhatikan rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

Sedangkan untuk Dinas Kesehatan NTT, Komisi V mendukung tambahan anggaran Rp 7,4 M dalam pos belanja langsung yang didalamnya ada pembelajaan obat-obatan.

"Komisi juga merekomendasikan agar adanya program perbaikan gizi ibu dan anak dalam rangka pengendalian stunting," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved