Opini Pos Kupang

Politik yang Memabukkan

Sejak dibukanya pendaftaran calon legislatif pada Juli 2018 lalu, ranah publik kita kian disesaki oleh

Politik yang Memabukkan
ilustrasi

Oleh: Ican Pryatno
Tinggal di Ritapiret, Maumere

POS-KUPANG.COM - Politik kerap tampil berwajah sangat kelam tatkala dibangun dengan aneka intrik, perangkap, jebakan, ataupun permainan bebas. Konstelasi demikian nyata iklim politik menjelang kontestasi legislatif 2019 mendatang.

Kita bisa saksikan sejumlah nama yang digadang-gadang menjadi kontestan, mulai tampil mengemuka di arena publik. Ada yang mulai melancarkan aksi politik, melontarkan janji politik, memberikan sumbangan dan sambil menampilkan sikap ranah di depan `akar rumput'.

Politik yang `Memabukkan'

Sejak dibukanya pendaftaran calon legislatif pada Juli 2018 lalu, ranah publik kita kian disesaki oleh sejumlah kontestan politik. Dalam hal ini, tak jarang aneka taktik dipintal dan dilancarkan secara masif demi suatu kemenangan politis.

Kita bisa saksikan para kandidat sudah bertebaran dalam ruang publik. Bahkan mereka yang sebelumnya memasang `jarak' hadir dan tampil mengemuka di depan publik.

Dalam kesempatan itu mereka gencar menyerukan seruan meyakinkan. Janji-janji politis menggema dari mulut para calon dengan intensi mengaduk dan memikat emosi publik. Apalagi janji demikian berangkat dari persoalan konkret masyarakat.

Dalam kondisi ini sang politisi mengeksplorasi persoalan yang terjadi itu sedemikian rupa. Ragam pendekatan retoris itu dilakukan hanya demi memanjakan rakyat.
Tak jarang juga mereka keluar-masuk kampung, bahkan daerah terisolir atau daerah yang sulit dijangkau sekalipun bisa didatangi. Dalam lawatan itu mereka bahkan menyisihkan waktu untuk berselfie ria di jalanan yang rusak bukan main.

Selain itu mereka tampil dengan wajah penuh keramahan, sikap diri yang tenang, dan pembawaan diri yang sangat populis. Dalam kesempatan yang sama sang kandidat mulai memperlihatkan aksi karitatif dengan memberikan sumbangan makanan, minuman, obat-obatan, dan bantuan sosial lainnya.

Karena itu aneka taktik demikian membenarkan bahwa politik merupakan aktivitas konkret, yang melibatkan di dalamnya berbagai tindakan politik berupa interaksi fiksal dan tubuh (bodily) di antara berbagai aktor politik; interaksi simbolik berupa penggunaan bahasa dan simbol-simbol; yang ditampakkan melalui berbagai bentuk tingkah laku, penampilan diri, gaya hidup, kebiasaan, dan kepemilikan objek-objek (Piliang, 2005: 17).

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved