Berita Kabupaten Sumba Timur

Minta Listrik, Warga Matawai Pandangu Sumba Timur Hidup Dalam Kegelapan

Masih hidup dalam kegelapan jika pada malam hari, sebab warga di Desa tersebut belum mendapatkan aliran listrik dari PT.PLN.

Minta Listrik, Warga Matawai Pandangu Sumba Timur  Hidup Dalam Kegelapan
POS KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Perkampungan Matawai Pandangu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Warga di Desa Persiapan Matawai Pandangu di Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, masih hidup dalam kegelapan jika pada malam hari, sebab warga di Desa tersebut belum mendapatkan aliran listrik dari PT.PLN.

Warga setempat, Dapid L.Dindu Kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (24/9/2018) mengatakan untuk penerangan malam hari warga menggunakan lampuh pelita. Sementara sebagian kecil warga yang menggunakan lampuh sholar shell, dan sebagian kecil yang memiliki uang menggunakan mesin Genzet untuk prmbangkit listrik menerangi pada malam hari.

"Tapi pakai genzet ini, biaya cukup besar BBM ini, kita setengah mati apalagi penghasilan kita tidak tetap,"ungkapnya.

Dapid juga mengatakan, dengan penerangan lampuh pelita tentu dapat mengganggu anak-anak untuk belajar pada malam hari, karena dapat merusakan mata anak -anak.

Penjabat Kepala Desa Persiapan Matawai Pandangu Stefanus Panda Huki juga membenarkan atas keluhan masyarakat tersebut.

"Ia kita disini belum ada listrik hidup malam, masih gelap gulita,"ungkap Stefanus.

Warga masyarakat di Desa Persiapan Matawai Pandangu di Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, Sumba, NTT meminta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Permintaan tersebut disampaikan warga setempat Dapid L. Dindu kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (25/9/2018).

Dapid mengatakan, diminta bangun PLTS karena daerah tersebut sangat cocok, sebab cuaca panas matahari cukup ekstrim.

"Disini kalau bangun PLTS cocok karena matahari bagus apalagi panas sekali. Itu permintaan kita kalau memang listrik dari jaringan PLN tidak bisa masuk mungkin karena jauh,"ungkap Dapid.

Dapid mengatakan, permintaan itu karena warga di Desa tersebut belum memiliki listrik dari PT.PLN. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved