Berita Pantai Kota Kupang

Ini Kata Akademisi PNK Soal Penataan Pantai di Kota Kupang

Utuk mengembangkan pariwisata secara umum harus mengaplikasikan konsep 3A (Akses, Atraksi dan Amenitas).

Ini Kata Akademisi PNK Soal Penataan Pantai di Kota Kupang
Wili K Suni
Pantai Warna Warni Oesapa 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Vianna dan Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM|KUPANG -Ketua Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang (PNK), Sari Bandaso Tandilino mengingatkan, pengembangan wisata pantai harus melibatkan semua komponen masyarakat. Selain mendapatkan profit, warga sekitar pantai pun menjadi hidup dan sejahtera.

Menurut dia, untuk mengembangkan pariwisata secara umum harus mengaplikasikan konsep 3A (Akses, Atraksi dan Amenitas).

"Akses area wisata pantai di Kota Kupang dari Pantai Lasiana sampai Pantai Pasir Panjang tidak menjadi soal karena mudah diakses oleh warga," kata Tandilino, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/9/2018).

Baca: 15 Parpol di Malaka Sudah Laporkan Dana Kampanye

Aspek atraksi, kata Tandilino, dilihat dari sisi atraksi alam juga tidak ada masalah karena Tuhan sudah menciptakan dan memberi atraksi alam yang indah.
Matahari terbit (sunrise) dan matahari tenggelam (sunset), lanjutnya, itu sudah sangat luar biasa untuk kawasan pantai yang ada di Kota Kupang.

"Lalu atraksi yang sifatnya buatan seperti di Pantai Warna-warni Oesapa sudah bagus karena ada 15 kafe. Di Pantai Lasiana dan Pantai Pasir Panjang, serta Pantai Namosain belum seperti itu," ujarnya.

Sedangkan aspek amenitas, kata Tandilino, seperti ada lopo-lopo untuk menunjang area wisata pantai yang ada di Kota Kupang.
Menurut dia, untuk wisatawan yang berkunjung pada satu destinasi bukan saja melihat apa yang ada pada area wisata tersebut, tetapi juga tertarik dengan sesuatu yang dihadirkan di tempat tersebut, seperti pagelaran budaya dan kearifan lokal yang ada.

Baca: Pendaftaran CPNS di Mabar Mulai Tanggal 26 September Sampai 12 Oktober 2018

"Kalau melihat di Pantai Pandawa dan Uluwatu di Bali, ada tarian-tarian. Mereka bekerja sama dengan kelompok wisata yang ada di desa itu. Hal itu menjadi magnet tersendiri untuk wisatawan. Jadi, tidak hanya makan dan minum. Itu sangat luas," jelasnya.

Tandilino mengharapkan Pemerintah Kota Kupang membuat regulasi untuk mengatur tata kota demi pengembangan pariwisata pantai di Kota Kupang. Selain itu, sumber daya manusia juga harus disiapkan secara matang dan sistematis sehingga pengelolaan area wisata dilakukan oleh orang NTT atau warga Kota Kupang secara khusus. (jj/ii)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved