Berita Labuan Bajo

Dua Tim dari Universitas Gajah Mada ke Labuan Bajo! Lakukan Sosialisasi dan Survei

tim dari Universitas Gajah Mada ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat berkaitan rencana pembangunan saluran irigasi ke sawah tadah

Dua Tim dari Universitas Gajah Mada ke Labuan Bajo! Lakukan Sosialisasi dan Survei
POS KUPANG.COM/SERVAN MAMILIANUS
Tanaman padi di lahan sawah tadah hujan Terang tumbuh subur. 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM, LABUAN BAJO|Ada dua tim dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang datang ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) berkaitan dengan rencana pembangunan saluran irigasi ke sawah tadah hujan di Terang, Kecamatan Boleng oleh pemerintah setempat.

Tim tersebut terdiri dari tim untuk sosialisasi sebanyak 2 orang dan tim untuk survei sebanyak 12 orang.

Baca: Begini Fakta Pencengkalan 3 TKI asal Soe! Lalu, Proses Penyelidikan Selanjutnya?

“Tim yang pertama sudah datang untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terdiri dari dua orang. Sedangkan tim kedua hari ini sedang melakukan survei potensi sumber air untuk irigasi Sawah Terang,” kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mabar, Salvador Pinto, kepada POS--KUPANG.COM, Senin (24/9/2018).

Tim kedua yang melakukan survei itu terdiri dari 7 orang profesor, 3 doktor dan 2 pendamping yang melakukan survei sumber air Wae Bobo di Macang Pacar.

Sedangkan tim pertama sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat pada Hari Sabtu (22/9/2018) lalu.

Survei dilakukan atas kerja sama antara pemerintah Mabar dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Gajah Mada (UGM).

Sebelumnya diberitakan, Wae Bobo di Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Mabar, telah disurvei oleh tim dari Bappeda setempat untuk menjadi sumber air irigasi ke persawahan Terang, Kecamatan Boleng.

Selama ini sawah itu merupakan sawah tadah hujan yang tergolong luas di NTT, yakni lahan potensial 3.500 hektar dan lahan fungsional 2.800 hektar.

Sumber air dari Wae Bobo itu nantinya bukan hanya untuk kepentingan irigasi tetapi juga untuk kebutuhan peternakan, perikanan dan manfaat lainnya atau multi sektor.

Sejumlah petani sawah di Terang, Kecamatan Boleng, meminta pemerintah dan DPRD setempat berusaha untuk membangun saluran irigasi ke persawahan itu dengan mengambil sumber air di Wae Bobo, Macang Pacar.

Selain berharap pada hujan, selama ini semua petani di lahan sawah itu mengairi sawahnya dengan menggunakan mesin penyedot air dari dua aliran kali, yakni Wae Lengkong dan Wae Kuse.

Dalam setahun, sebanyak tiga kali panen. Namun panen padinya hanya sekali, sedangkan sisanya panen kacang lalu panen jagung.(*)



Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved